Buru, Indolensa – Dugaan keterlibatan oknum anggota TNI AD dalam aktivitas penambangan ilegal di Gunung Botak, Pulau Buru, kembali mencuat. Seorang anggota aktif TNI AD berpangkat Serda, berinisial AU, disebut memiliki tujuh unit dompeng (alat tambang emas) dan sejumlah pekerja yang bekerja untuknya. Hal ini diungkapkan oleh sumber terpercaya yang enggan disebutkan namanya.
Menurut sumber, Serda AU tidak hanya aktif menambang, tetapi juga diduga telah mengambil alih kolam tambang milik warga.
“Sangat disayangkan, seorang anggota TNI aktif justru terlibat dalam aktivitas ilegal ini. Saya pribadi merasa dirugikan karena kolam saya diambil olehnya,” ungkap sumber kepada awak media, Rabu (3/4).
Lebih lanjut, sumber tersebut mempertanyakan apakah Serda AU bertindak atas perintah atasan atau bekerja untuk kepentingan pribadi.
“Jika seorang oknum anggota bisa menguasai sejumlah lokasi tambang, bagaimana nasib masyarakat biasa? Siapa yang memberikan perlindungan kepadanya? Setorannya ke siapa?” ujarnya dengan nada kesal.
Tudingan keterlibatan Serda AU semakin diperkuat dengan intimidasi yang kerap dilakukan terhadap masyarakat sekitar. Beberapa warga yang mencoba menambang di lokasi tersebut mengaku merasa terancam dan diperlakukan secara tidak wajar oleh oknum tersebut.
“Dia menggunakan seragamnya untuk menakut-nakuti masyarakat. Ini bukan hanya sekadar tambang ilegal, tapi juga soal penyalahgunaan wewenang,” tambahnya.
Kritik juga diarahkan kepada Kapendam XV/Pattimura yang dinilai hanya berusaha melindungi institusi tanpa tindakan nyata terhadap oknum yang terlibat.
“Setiap kali ada pemberitaan media, Kapendam selalu mengklarifikasi bahwa itu hanya opini jurnalis dan isu politik. Kenapa tidak turun langsung ke lapangan untuk melihat kebenarannya? Kalau hanya mengandalkan laporan bawahan, tentu bisa saja terjadi kongkalikong,” tegas sumber.
Masyarakat penambang di sekitar Gunung Botak mendesak Pangdam XV/Pattimura untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap Serda AU.
“Kami ingin Pangdam bertindak, bukan sekadar mengklarifikasi. Jika tidak ada tindakan nyata, maka pemberitaan mengenai keterlibatan oknum TNI dalam tambang ilegal ini akan terus mencuat dan mencoreng nama baik institusi,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, Kapendam XV/Pattimura belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi via WhatsApp.