Ambon, Indolensa — Pengelolaan limbah cair menjadi salah satu perhatian dalam operasional usaha kuliner yang berada di kawasan pesisir Teluk Ambon. Teluk Ambon Beach Caffe & Resto mengaku memiliki sistem penampungan bertahap sebelum air limbah dialirkan menuju pembuangan akhir.
Pemilik Teluk Ambon Beach Caffe & Resto, Adhi Kurniawan, menjelaskan limbah dari aktivitas dapur terlebih dahulu masuk ke bak penampungan pertama.
Pada tahap ini, sisa makanan, kotoran berukuran kasar, hingga minyak disebut akan tertahan sebelum air mengalir ke bak berikutnya.
“Minyaknya terperangkap di tahap pertama dan kedua. Yang keluar di ketiga itu air jernih,” kata Adhi saat ditemui di lokasi usahanya di kawasan pesisir Teluk Ambon, Ambon, 1 Oktober 2026.
Menurut Adhi, bak pertama dibersihkan setiap dua hingga tiga hari. Sisa padatan yang terkumpul kemudian diambil dan dimasukkan ke dalam kantong plastik atau karung.
Dalam satu kali pembersihan, kata dia, limbah padat yang terkumpul rata-rata mencapai tiga hingga empat kantong plastik berwarna merah. Limbah tersebut selanjutnya diserahkan kepada petugas pengangkut sampah.
Air dari bak pertama kemudian mengalir ke bak kedua. Pada bagian ini, pengelola menyebut sisa minyak dan partikel yang lebih halus kembali ditahan.
Pembersihan pada bak kedua juga dilakukan secara berkala, sekitar dua hingga tiga hari sekali.
Selanjutnya, air dialirkan ke bak ketiga untuk menjalani proses pengendapan selama sekitar empat hingga lima hari. Setelah itu, air dialirkan menuju bak penampungan terakhir sebelum dibuang.
Adhi mengatakan pengelolaan tersebut dilakukan untuk mencegah sisa makanan maupun minyak dibuang langsung ke lingkungan pesisir.
Ia juga menyatakan pihaknya telah menjalani pemeriksaan kepatuhan lingkungan pada akhir 2025 dan pemeriksaan dilakukan secara rutin setiap tahun.
Namun, keterangan mengenai sistem pengolahan limbah tersebut merupakan penjelasan dari pihak pengelola. Untuk memastikan kesesuaian sistem, kualitas air buangan, serta pemenuhan seluruh ketentuan lingkungan, diperlukan verifikasi dari instansi berwenang.
Bagi usaha kuliner yang beroperasi di kawasan pesisir, pengelolaan limbah menjadi bagian penting karena aktivitas dapur menghasilkan limbah organik, minyak, dan air buangan yang berpotensi masuk ke lingkungan apabila tidak ditangani dengan baik.
Teluk Ambon Beach Caffe & Resto menyatakan pengelolaan limbah menjadi bagian dari operasional usaha dan seluruh sisa padatan tidak dibuang langsung ke laut.













