Ambon, Indolensa— Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena membuka Pendidikan Kader Jenjang Lanjutan (PKJL) Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Daerah Kota Ambon Tahun 2026 di Aula Balai Pertanian Provinsi Maluku, Kamis (1/10/2026).
PKJL berlangsung selama tiga hari, 1-3 Oktober 2026, dengan mengusung tema “Membentuk Kader Transformatif yang Berakar dalam Iman, Bertumbuh dalam Intelektual, dan Berdampak bagi Dunia.”
Bodewin mengatakan proses pengkaderan AMGPM memiliki peran penting dalam mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya memahami organisasi, tetapi juga memiliki fondasi iman, kapasitas intelektual dan karakter kepemimpinan.
“Pendidikan kader ini sangat penting karena melalui proses inilah kita membentuk pribadi-pribadi kader AMGPM. Bukan hanya memahami organisasi, tetapi juga meningkatkan kualitas intelektual dan kualitas iman spiritual sebagai warga gereja,” ujar Bodewin.
Menurutnya, PKJL merupakan tahapan lanjutan setelah proses pengkaderan dasar dan menengah. Karena itu, peserta diharapkan mampu mempersiapkan diri untuk memikul tanggung jawab yang lebih besar dalam kehidupan bergereja, berorganisasi, bermasyarakat, serta berbangsa dan bernegara.
Bodewin menilai tema PKJL tahun ini relevan dengan tantangan yang dihadapi generasi muda di tengah perubahan zaman yang berlangsung cepat.
Menurutnya, kader transformatif bukan sekadar memiliki kemampuan memahami teori dan konsep organisasi, tetapi mampu menerjemahkan pengetahuan serta nilai-nilai iman ke dalam tindakan nyata.
“Pemimpin transformatif harus mampu membawa organisasi yang dipimpinnya menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dan mampu menjadi contoh yang baik bagi orang-orang yang dipimpinnya,” katanya.
Ia meminta peserta mengikuti seluruh proses pendidikan secara sungguh-sungguh. Materi dari para narasumber diharapkan dapat memperluas wawasan, mematangkan pola pikir, meningkatkan kemampuan mengambil keputusan dan membangun rasa tanggung jawab.
Selain kapasitas intelektual, Bodewin menekankan pentingnya fondasi iman bagi setiap kader AMGPM.
Menurutnya, kader AMGPM harus mampu menerapkan nilai-nilai kekristenan melalui perilaku, pelayanan dan kepedulian terhadap sesama.
Namun, fondasi iman tersebut harus berjalan beriringan dengan wawasan intelektual yang luas. Kader, kata dia, perlu mampu melihat persoalan organisasi sekaligus memahami berbagai persoalan sosial dan tantangan pembangunan daerah, bangsa dan negara.
“Fondasi iman dan wawasan intelektual yang baik harus diwujudkan melalui perilaku hidup sehari-hari serta kepedulian sosial yang nyata terhadap lingkungan,” ungkapnya.
Bodewin menilai perpaduan iman, intelektual dan kepedulian sosial menjadi modal penting bagi lahirnya kader yang mampu memberikan dampak positif di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Bodewin juga menyoroti posisi AMGPM sebagai ruang pembentukan sumber daya manusia dan calon pemimpin masa depan.
Ia mengibaratkan AMGPM sebagai “dapur” yang mempersiapkan manusia-manusia unggul untuk kemudian berkontribusi bagi gereja, masyarakat maupun pemerintahan.
Menurutnya, kontribusi kader AMGPM telah terlihat dari keterlibatan sejumlah kader di berbagai bidang, termasuk dalam lingkungan Pemerintah Kota Ambon.
“Harapannya, AMGPM selalu mampu menghasilkan kader-kader yang membanggakan gereja dan memberikan kontribusi bagi masyarakat. Ke depan, semakin banyak kader AMGPM yang dapat mengisi posisi-posisi penting dan strategis,” tuturnya.
Pemerintah Kota Ambon, kata Bodewin, juga akan terus membangun sinergi dengan AMGPM mulai dari tingkat pengurus besar, daerah, cabang hingga ranting.
Ia menegaskan pembangunan kota tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Gereja, organisasi kepemudaan dan berbagai elemen masyarakat memiliki peran dalam menentukan masa depan Kota Ambon.
“Tidak mungkin masa depan kota, gereja, bangsa dan negara dibangun oleh satu pihak saja. Kita membutuhkan dukungan, kerja sama dan kolaborasi yang sinergis dari seluruh elemen masyarakat,” jelasnya.
Melalui PKJL tersebut, Bodewin berharap lahir kader-kader muda yang tidak hanya siap memimpin organisasi, tetapi juga mampu hadir sebagai bagian dari solusi atas berbagai persoalan masyarakat.
Dengan dimulainya PKJL AMGPM Kota Ambon, tiga hari pelaksanaan kegiatan diharapkan menjadi bagian dari proses pembentukan kader yang berakar pada iman, memiliki kemampuan intelektual dan mampu mengambil peran nyata dalam kehidupan gereja, masyarakat dan bangsa.













