
MANADO 25/09/2026. Menjelang pelaksanaan Musyawarah Provinsi (Musprov) Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sulawesi Utara, dukungan terhadap penguatan organisasi dunia usaha di daerah terus mendapat perhatian dari berbagai kalangan.
Salah satunya datang dari Stenly Daniel Sendouw, SH, pengusaha yang juga dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan dan aktivitas advokasi publik. Ia menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Musprov KADIN Sulut sebagai momentum konsolidasi dan penguatan peran dunia usaha dalam pembangunan ekonomi daerah.
“Saya sangat mendukung terselenggaranya Musprov KADIN Sulut. Siapa pun yang nantinya dipercaya memimpin, saya berharap dapat menjalankan roda organisasi secara baik, terbuka, profesional, serta mampu merangkul seluruh elemen dunia usaha,” ujar Sendouw.
Menurutnya, KADIN memiliki posisi strategis dalam memperkuat komunikasi antara pelaku usaha dan pemerintah, sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi pengusaha untuk berkembang.
“KADIN harus menjadi rumah bersama bagi dunia usaha, baik pengusaha besar maupun pelaku usaha kecil dan menengah. Perannya bukan hanya dalam memperjuangkan kepentingan dunia usaha, tetapi juga mendorong terciptanya iklim usaha yang sehat, membuka akses informasi, memperluas jaringan dan peluang pasar, serta ikut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.
Sendouw menilai kepengurusan KADIN ke depan membutuhkan figur-figur yang memiliki kemampuan membangun komunikasi, memahami dinamika dunia usaha, serta mempunyai kepedulian terhadap kepentingan masyarakat dan pembangunan daerah.
DINILAI PUNYA KAPASITAS UNTUK BERKONTRIBUSI
Sementara itu, aktivis Jeffrey Sorongan menilai Stenly Sendouw memiliki karakter yang dapat memberikan warna positif apabila mendapat ruang untuk berkontribusi dalam kepengurusan KADIN Sulut.
“Sebagai sesama aktivis, saya melihat Stenly Sendouw memiliki kemampuan komunikasi dan jaringan yang cukup baik. Selain aktivitasnya sebagai praktisi hukum dan pengusaha, dia juga memiliki kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial dan pembangunan,” ujar Sorongan.
Menurutnya, pengalaman Stenly di berbagai bidang dapat menjadi modal untuk membangun komunikasi antara dunia usaha, masyarakat, pemerintah, maupun berbagai organisasi kemasyarakatan.
“Kalau nantinya pimpinan KADIN Sulut yang terpilih melihat ada ruang bagi beliau untuk berkontribusi, saya kira Stenly Sendouw layak dipertimbangkan masuk dalam jajaran kepengurusan. Yang terpenting adalah bagaimana setiap figur yang bergabung benar-benar memberikan kontribusi bagi kemajuan organisasi,” katanya.
Sorongan menambahkan, Musprov seharusnya tidak hanya menjadi momentum pergantian atau penetapan kepemimpinan, tetapi juga menjadi ruang untuk menghadirkan energi baru dan memperkuat konsolidasi dunia usaha di Sulawesi Utara.
KADIN HARUS SEMAKIN TERBUKA DAN KOLABORATIF
Stenly Sendouw sendiri menegaskan bahwa siapa pun yang nantinya mendapatkan amanah memimpin KADIN Sulut harus mampu membangun kepemimpinan yang inklusif dan kolaboratif.
“Kita berharap KADIN Sulut semakin kuat, semakin terbuka, dan semakin mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Dunia usaha membutuhkan organisasi yang mampu mendengar aspirasi, membangun jaringan, dan menghadirkan solusi,” tutur Sendouw.
Ia juga menyampaikan bahwa keberadaan KADIN harus dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh pelaku usaha di Sulawesi Utara.
“Yang kita butuhkan adalah semangat bersama. Mari kita jadikan KADIN sebagai wadah kolaborasi, bukan sekadar organisasi formal. Ketika dunia usaha kuat, lapangan kerja terbuka dan ekonomi daerah bergerak, maka manfaatnya akan kembali kepada masyarakat,” pungkasnya.
Dengan semangat tersebut, Musprov KADIN Sulut diharapkan dapat menjadi momentum memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menghadirkan kepemimpinan yang mampu membawa aspirasi dunia usaha menjadi bagian penting dalam pembangunan ekonomi Sulawesi Utara.












