Lahasuang Titang Amerika Mulai Jadi Magnet Kuliner, Akhir Pekan Pengunjung Tembus 700 Orang

- Penulis

Jumat, 18 September 2026 - 22:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ambon, Indolensa — Kawasan pesisir Lahasuang Titang Amerika di Negeri Laha, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, mulai menjelma menjadi salah satu titik kuliner yang ramai dikunjungi warga dalam beberapa bulan terakhir.

Pengunjung datang bukan hanya untuk menikmati suasana pesisir, tetapi juga mencicipi ikan bakar segar yang disajikan bersama nasi kelapa dan colo-colo.

Raja Negeri Laha, Muhammad Yasir Mewar, mengatakan peningkatan aktivitas di kawasan tersebut mulai terlihat dalam sekitar tiga bulan terakhir.

Menurut dia, jumlah pengunjung pada hari biasa berkisar 100 hingga 200 orang. Sementara pada akhir pekan dan hari libur, jumlahnya dapat meningkat hingga lebih dari 700 orang.

“Kalau hari biasa itu bisa 100 sampai 200 orang. Kalau Sabtu-Minggu atau hari libur bisa sampai lebih dari 700 orang,” kata Yasir.

Ramainya pengunjung turut membuka ruang ekonomi bagi masyarakat setempat. Warga diberi kesempatan untuk membuka usaha makanan maupun aktivitas pendukung lainnya di kawasan tersebut.

Salah satu menu yang menjadi daya tarik utama adalah ikan bakar. Ikan yang dijual berasal dari hasil tangkapan nelayan lokal di sekitar Teluk Ambon. Salah satu jenis ikan yang banyak diminati pengunjung adalah kawalinya.

Ikan yang baru didaratkan nelayan kemudian diolah dan dibakar untuk disajikan kepada pengunjung.

Harga yang relatif terjangkau juga menjadi bagian dari daya tarik. Satu porsi ikan bakar yang dilengkapi nasi kelapa dan colo-colo berada di kisaran Rp20 ribu.

Pengelola Lahasuang Titang Amerika, Sulaiman Mewar, mengatakan tingginya jumlah pengunjung mulai memunculkan persoalan baru, terutama keterbatasan tempat duduk dan fasilitas pembakaran ikan.

Pada waktu tertentu, kapasitas tempat yang tersedia tidak mampu menampung seluruh pengunjung. Sebagian bahkan harus menikmati makanan sambil berdiri.

“Kita punya tempat duduk juga terbatas. Kadang orang datang banyak, ada yang terpaksa makan berdiri. Tempat bakar ikan juga belum cukup,” ujar Sulaiman.

Kondisi tersebut sekaligus menjadi peluang bagi warga yang memiliki modal untuk ikut membuka usaha. Pengelola mendorong masyarakat Negeri Laha memanfaatkan momentum tersebut dengan menyediakan layanan ikan bakar maupun usaha kuliner lainnya.

Pengembangan kawasan itu sendiri dilakukan secara bertahap. Sebelumnya, lokasi tersebut belum tertata dan dinilai masih kumuh. Pemuda Negeri Laha kemudian mulai membersihkan kawasan, menata tempat makan dan membangun sejumlah fasilitas sederhana.

Penataan juga dilakukan dengan penambahan material timbunan di sejumlah titik untuk memperluas area yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Yasir mengatakan sebagian penerimaan dari aktivitas kawasan digunakan kembali untuk mendukung pembenahan lokasi, termasuk kebutuhan penataan dan penimbunan.

Selain swadaya masyarakat, pengembangan kawasan juga mendapat dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR Pertamina. Dukungan tersebut antara lain berupa fasilitas tempat makan serta penerangan berbasis tenaga surya.

Penerangan menjadi salah satu kebutuhan yang dipandang penting karena aktivitas kawasan selama ini lebih banyak berlangsung pada siang hingga sore hari.

Ke depan, Pemerintah Negeri Laha dan pengelola berencana terus menambah fasilitas. Salah satunya pembangunan gapura Lahasuang Titang Amerika yang ditargetkan mulai dikerjakan dalam waktu dekat.

Penambahan tempat duduk dan titik pembakaran ikan juga menjadi bagian dari rencana pengembangan. Jika dukungan pendanaan tersedia, pengelola membuka kemungkinan pembangunan fasilitas kuliner di atas perairan.

Pengembangan kawasan tersebut diarahkan tidak hanya sebagai tempat berkumpul dan menikmati kuliner, tetapi juga sebagai ruang tumbuh bagi UMKM masyarakat Negeri Laha.

“Kita kasih kesempatan kepada masyarakat yang mau buka usaha. Harapannya ekonomi masyarakat bisa berputar di sini,” kata Yasir.

Dengan meningkatnya kunjungan, Lahasuang Titang Amerika kini menghadapi tantangan baru: bagaimana menjaga daya tarik kawasan tanpa meninggalkan persoalan fasilitas, kebersihan, dan penataan yang menyertainya.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Dies Natalis ke-39, Polnam Perkuat Sinergi dan Inovasi untuk Cetak Lulusan Berdaya Saing
Gunung Wayang Desa Gunung Endut Jadi Potensi Wisata, Dorong Ekonomi dan Kreativitas Masyarakat
Jaga Sinergitas dan Kolaborasi, Kapolres Pasuruan Kunjungi Makodim 0819 di HUT ke-81 TNI
AA PUTRAWAN, SH.MH. SAMBUT KAPOLDA JATIM BARU: MOMENTUM BARU, PERANG NARKOTIKA TAK BOLEH KENDOR!!
HUT TNI KE-81, KASAT NARKOBA POLRES TANJUNG PERAK: TNI KUAT BERSAMA RAKYAT, INDONESIA MAJU
DIDUGA KERAS LANGGAR 4 LARANGAN KAPOLRI BARU, Oknum Satlantas Polres Bangkalan Diduga Minta Uang Tebusan Kendaraan Tilang
HUT ke-81 TNI di Ambon, Panglima Tekankan Profesionalisme hingga Adaptif
Putri Ki Dalang Umar Al Khothob, N.H., Citya Sabrina Ning Faziera Lulus Cumlaude Resmi Bergelar Sarjana Kebidanan dari UAB Surabaya

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:05 WIB

Dies Natalis ke-39, Polnam Perkuat Sinergi dan Inovasi untuk Cetak Lulusan Berdaya Saing

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Gunung Wayang Desa Gunung Endut Jadi Potensi Wisata, Dorong Ekonomi dan Kreativitas Masyarakat

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:44 WIB

Jaga Sinergitas dan Kolaborasi, Kapolres Pasuruan Kunjungi Makodim 0819 di HUT ke-81 TNI

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:08 WIB

AA PUTRAWAN, SH.MH. SAMBUT KAPOLDA JATIM BARU: MOMENTUM BARU, PERANG NARKOTIKA TAK BOLEH KENDOR!!

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:38 WIB

HUT TNI KE-81, KASAT NARKOBA POLRES TANJUNG PERAK: TNI KUAT BERSAMA RAKYAT, INDONESIA MAJU

Berita Terbaru