Dari Lokasi yang Tak Tertata, Pemuda Laha Bangun Lahasuang Titang Amerika

- Penulis

Jumat, 18 September 2026 - 22:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ambon, Indolensa — Ramainya Lahasuang Titang Amerika di Negeri Laha, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, tidak muncul dalam semalam.

Sebelum menjadi lokasi kuliner yang ramai, kawasan pesisir tersebut merupakan area yang belum tertata. Pemuda Negeri Laha kemudian mengambil peran dengan membersihkan kawasan, menata ruang dan membangun fasilitas sederhana untuk masyarakat.

Kepala Pemuda Negeri Laha sekaligus pengelola Lahasuang Titang Amerika, Sulaiman Mewar, mengatakan pembenahan dilakukan secara bertahap mengikuti kemampuan masyarakat.

“Dulu tempat ini masih kelihatan kumuh. Anak-anak muda mulai bersihkan, kemudian kita tata pelan-pelan,” kata Sulaiman.

Penataan kawasan kemudian berkembang seiring meningkatnya jumlah pengunjung. Warga mulai membuka usaha makanan, khususnya ikan bakar, sehingga kawasan tersebut tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga ruang ekonomi masyarakat.

Pada hari biasa, pengunjung berkisar 100 hingga 200 orang. Ketika akhir pekan atau hari libur, jumlahnya dapat mencapai lebih dari 700 orang.

Lonjakan tersebut menjadi berkah sekaligus pekerjaan rumah bagi pengelola.

Keterbatasan tempat duduk menjadi salah satu persoalan. Demikian pula dengan fasilitas pembakaran ikan yang belum mampu mengikuti jumlah pengunjung ketika kawasan sedang padat.

“Kita masih kekurangan tempat duduk dan tempat bakar. Kalau ramai, masyarakat yang datang banyak sekali,” ujar Sulaiman.

Selain fasilitas, persoalan sampah menjadi tantangan lain yang harus dihadapi.

Menurut Sulaiman, sampah kiriman yang terbawa arus dan menumpuk di kawasan pesisir menjadi persoalan yang cukup sulit dikendalikan. Pemuda bersama masyarakat berupaya membersihkan kawasan sekaligus mengingatkan pengunjung dan pelaku usaha untuk menjaga kebersihan.

Bagi pengelola, perkembangan kawasan wisata tidak cukup hanya diukur dari jumlah pengunjung. Kebersihan dan penataan menjadi bagian penting agar aktivitas ekonomi dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Dalam pengelolaannya, masyarakat juga dilibatkan melalui aktivitas usaha kecil. Pedagang atau pelaku usaha dikenakan pungutan sebesar Rp2.000 sesuai mekanisme yang diterapkan di kawasan tersebut.

Hasil pungutan kemudian dibagi antara Pemerintah Negeri Laha dan pemuda dengan komposisi 60 persen untuk negeri dan 40 persen untuk pemuda.

Dana tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya mendukung pengelolaan dan pengembangan kawasan.

Selain penataan oleh masyarakat, kawasan Lahasuang Titang Amerika juga mendapat dukungan fasilitas melalui CSR Pertamina. Dukungan tersebut antara lain digunakan untuk fasilitas tempat makan serta penerangan tenaga surya.

Sulaiman mengatakan pengembangan kawasan masih akan dilakukan. Penambahan tempat duduk dan fasilitas pembakaran ikan menjadi kebutuhan yang dianggap mendesak.

Pengelola juga mendorong masyarakat yang memiliki kemampuan dan modal untuk membuka usaha baru agar peluang ekonomi tidak hanya dinikmati oleh segelintir pelaku usaha.

Di sisi kelembagaan pariwisata, Negeri Laha telah memiliki kelompok sadar wisata atau Pokdarwis. Kelompok tersebut menjadi bagian dari upaya masyarakat mengembangkan potensi wisata di negeri tersebut.

Potensi yang dikembangkan pun tidak hanya kuliner. Di kawasan sekitar Laha terdapat pula potensi wisata bahari, termasuk lokasi penyelaman yang dikenal masyarakat sebagai Space Island.

Ke depan, pengelola membuka peluang pengembangan fasilitas kuliner di atas perairan apabila tersedia dukungan pendanaan. Pembangunan gapura kawasan juga direncanakan sebagai penanda sekaligus identitas Lahasuang Titang Amerika.

Perkembangan kawasan ini pada akhirnya memperlihatkan bagaimana ruang pesisir yang sebelumnya belum tertata dapat diubah secara bertahap menjadi ruang publik dan ekonomi melalui keterlibatan masyarakat.

Namun, semakin ramai kawasan tersebut, semakin besar pula kebutuhan terhadap tata kelola, kebersihan, fasilitas dan pembagian ruang usaha.

Bagi pemuda Negeri Laha, pekerjaan berikutnya bukan sekadar mendatangkan lebih banyak orang, tetapi memastikan kawasan tetap nyaman, bersih dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Dihadiri Ketua Puskominfo Jatim, Rumah Rehab Compok Bersinar Bangkalan Gelar Tasyakuran dan Komitmen Berantas Narkoba
CSR 2026, Socfindo Kebun Seunagan Salurkan Beasiswa kepada 100 Orang
Jaga Kebugaran, Warga Binaan Rutan Kelas I Surabaya Antusias Ikuti Senam Aerobik Rutin
Polres Bojonegoro Gelar Khataman Al-Qur’an, Rajut Tobat di Balik Jeruji
REHABILITASI IRIGASI CIPAMATUTAN RAMPUNG, DINAS PU KABUPATEN SUKABUMI PULIHKAN PENGAIRAN 54 HEKTARE SAWAH
Kapolres Nagan Raya Temu Ramah dengan Tokoh Masyarakat Beutong, Perkuat Silaturahmi dan Sinergitas
Kapolres Nagan Raya Gelar Bakti Sosial dan Pelayanan Kesehatan Gratis bagi Masyarakat Beutong
SOLIDARITAS KELUARGA BESAR ASMIPA, ASMIPA PEDULI SALURKAN DONASI UNTUK MAS FAIZ

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 20:48 WIB

Dihadiri Ketua Puskominfo Jatim, Rumah Rehab Compok Bersinar Bangkalan Gelar Tasyakuran dan Komitmen Berantas Narkoba

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:57 WIB

CSR 2026, Socfindo Kebun Seunagan Salurkan Beasiswa kepada 100 Orang

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:56 WIB

Jaga Kebugaran, Warga Binaan Rutan Kelas I Surabaya Antusias Ikuti Senam Aerobik Rutin

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:51 WIB

REHABILITASI IRIGASI CIPAMATUTAN RAMPUNG, DINAS PU KABUPATEN SUKABUMI PULIHKAN PENGAIRAN 54 HEKTARE SAWAH

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:34 WIB

Kapolres Nagan Raya Temu Ramah dengan Tokoh Masyarakat Beutong, Perkuat Silaturahmi dan Sinergitas

Berita Terbaru