Maluku Tengah, Indolensa — Pangdam XV/Pattimura Mayor Jenderal TNI Dody Triwinarto, S.I.P., M.Han., menegaskan proses penerimaan prajurit TNI Angkatan Darat di wilayah Kodam XV/Pattimura dilakukan secara objektif dan tanpa praktik percaloan maupun pungutan.
Penegasan itu disampaikan Dody seusai memimpin Upacara Penutupan Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) Infanteri TNI AD Gelombang II Tahun Anggaran 2026 di Lapangan Rindam XV/Pattimura, Desa Suli, Kabupaten Maluku Tengah, Rabu (9/9/2026).
Dody mengatakan komitmen tersebut berlaku baik untuk proses rekrutmen yang telah berlangsung maupun penerimaan prajurit pada masa mendatang.
“Atas nama seluruh keluarga besar Kodam XV/Pattimura, saya yakinkan dalam hal rekrutmen, baik yang sudah maupun yang akan datang, kami pastikan tidak ada lagi percaloan,” kata Dody kepada wartawan.
Ia juga menegaskan tidak ada toleransi terhadap pihak yang mencoba terlibat dalam praktik percaloan, baik dengan menerima, mendalangi maupun menghubungi calon peserta untuk kepentingan tertentu.
Menurut Dody, proses penerimaan harus dilakukan secara objektif berdasarkan standar dan ketentuan yang telah ditetapkan TNI AD.
“Semuanya kita lakukan secara objektif. Kenapa? Karena apa yang kita siapkan sekarang adalah untuk kita gunakan masa depan,” ujarnya.
Pangdam mengajak masyarakat, khususnya keluarga yang berada di daerah terpencil dan wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan, agar tidak ragu mempersiapkan anak-anak mereka yang memiliki keinginan untuk menjadi prajurit TNI.
Ia meminta calon peserta mengikuti seluruh proses sesuai mekanisme resmi dan tidak menggunakan jasa pihak yang menjanjikan kelulusan.
Dody memastikan penerimaan prajurit dilakukan berdasarkan standar yang telah ditetapkan.
“Saya yakinkan, kita akan merekrut sesuai dengan standar yang sudah ada selama ini yang sudah kita laksanakan,” katanya.
Ia kembali menegaskan proses penerimaan tidak dipungut biaya.
“Tidak ada pungutan biaya satu rupiah pun, dan tidak ada percaloan. Tidak ada pembayaran apa pun,” tegas Dody.
Menurut Dody, proses rekrutmen memiliki posisi penting dalam menyiapkan kekuatan TNI AD di masa depan.
Karena itu, calon prajurit yang diterima harus benar-benar memenuhi standar yang telah ditentukan, baik dari sisi kemampuan maupun persyaratan lainnya.
Ia berharap masyarakat tidak mudah percaya kepada pihak yang mengaku dapat membantu meluluskan seseorang dengan imbalan tertentu.
Penegasan tersebut disampaikan bersamaan dengan berakhirnya Pendidikan Pertama Tamtama Gelombang II Tahun Anggaran 2026 di jajaran Kodam XV/Pattimura.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 1.252 mantan siswa resmi dilantik menjadi prajurit TNI AD berpangkat Prajurit Dua (Prada).
Dody berharap para prajurit baru tersebut dapat menjalankan tugas dengan dedikasi, loyalitas dan disiplin serta menjaga nama baik TNI AD di tengah masyarakat.
Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga proses penerimaan prajurit agar tetap bersih, transparan dan sesuai ketentuan.
“Dengan niat hati yang tulus dan ikhlas untuk menjadi anggota TNI,” ujar Dody.











