Ambon, Indolensa — Ketangguhan seorang prajurit tidak hanya diuji di medan tugas. Di lintasan olahraga pun, disiplin, daya tahan dan konsistensi latihan menjadi modal untuk mencatatkan prestasi.
Hal itu ditunjukkan Serda Agustalis Lerebulan, prajurit Rindam XV/Pattimura, yang berhasil merebut Juara 1 OTTO KUYK FUN RUN 7K dalam rangka memperingati HUT RS OTTO KUYK ke-53 Tahun 2026 di Ambon, Sabtu (29/8/2026).
Serda Agus menyelesaikan lintasan sejauh 7 kilometer dengan catatan waktu 23 menit 30 detik, sekaligus menjadi pelari tercepat dalam ajang tersebut.
Ia mengungguli Muhamad Riski Ode, atlet sipil yang finis di posisi kedua dengan waktu 23 menit 35 detik. Sementara posisi ketiga ditempati Serda Johan Pelapory dari Yon TP 865 dengan catatan waktu 24 menit 40 detik.
Selisih waktu yang tipis pada dua posisi teratas membuat persaingan di lintasan berlangsung ketat. Namun, Serda Agus mampu menjaga ritme hingga garis finis dan memastikan gelar juara pertama.
Capaian tersebut menjadi gambaran dari ketahanan fisik dan mental yang dibangun melalui kedisiplinan serta latihan yang konsisten.
Bagi seorang prajurit, kebugaran jasmani bukan sekadar kebutuhan dalam mengikuti perlombaan. Kondisi fisik yang prima juga menjadi bagian penting dalam mendukung kesiapan menjalankan tugas.
Karena itu, kemenangan Serda Agus dalam ajang lari 7K tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pembinaan fisik dan semangat berkompetisi dapat berjalan beriringan dengan profesionalisme prajurit.
Keberhasilannya juga membawa nama Rindam XV/Pattimura dalam kompetisi yang mempertemukan peserta dari berbagai kalangan.
Komandan Rindam XV/Pattimura Brigjen TNI Irfan Amir, S.E., M.Si., menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih Serda Agustalis Lerebulan.
Menurutnya, prestasi tersebut merupakan buah dari kemauan berlatih dan menjaga konsistensi.
“Prestasi ini merupakan hasil dari semangat dan latihan yang konsisten. Saya memberikan apresiasi atas pencapaian Serda Agus. Terus pertahankan dan tingkatkan prestasi,” ujar Danrindam.
Apresiasi tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi prajurit lainnya untuk tidak berhenti mengembangkan kemampuan, baik dalam bidang olahraga maupun kompetisi lainnya.
Kemenangan Serda Agus menunjukkan bahwa disiplin yang dibangun dalam keseharian dapat diterjemahkan menjadi prestasi di ruang kompetisi.
Catatan waktu 23 menit 30 detik untuk lintasan 7 kilometer menjadi hasil konkret dari kemampuan menjaga kecepatan, daya tahan serta konsistensi hingga akhir perlombaan.
Di sisi lain, keberhasilan tersebut juga memperlihatkan bahwa kompetisi olahraga dapat menjadi ruang untuk mempertemukan prajurit dan masyarakat sipil dalam semangat sportivitas.
Tidak ada sekat di lintasan. Yang berbicara adalah kemampuan, persiapan dan daya juang masing-masing peserta.
Dengan capaian tersebut, Serda Agustalis Lerebulan tidak hanya membawa pulang gelar juara. Ia juga membawa pesan bahwa prestasi lahir dari perpaduan disiplin, latihan dan keberanian untuk berkompetisi.
Rindam XV/Pattimura pun berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi prajurit lainnya untuk terus menjaga kebugaran, meningkatkan kemampuan dan mengukir prestasi di berbagai bidang olahraga.
Di lintasan 7K, Serda Agus membuktikan satu hal sederhana: seragam adalah identitas, tetapi prestasi adalah hasil dari kerja keras yang konsisten.











