Tak Sekadar Bagi Sembako, Kapolda Maluku Siap Bantu Renovasi Dapur dan Gudang Panti Asuhan yang Terbakar

- Penulis

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ambon, Indolensa — Kunjungan Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., ke Panti Asuhan Santa Maria/Santo Yoseph di Ahuru, Kota Ambon, dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-74 Tahun 2026, tidak berhenti pada penyerahan bantuan sosial.

Di balik kunjungan tersebut, muncul komitmen untuk membantu memulihkan fasilitas penting panti yang sebelumnya terdampak kebakaran.

Saat meninjau langsung kondisi dapur dan gudang penyimpanan makanan, Kapolda Maluku menyatakan kesiapan membantu proses renovasi kedua fasilitas tersebut agar kembali layak digunakan dan dapat menunjang kebutuhan sehari-hari anak-anak yang berada dalam pengasuhan panti.

Komitmen itu disampaikan saat Kapolda Maluku mendampingi Ketua Bhayangkari Daerah Maluku, Ny. Vitri Dadang Hartanto, dalam kegiatan anjangsana di Panti Asuhan Santa Maria/Santo Yoseph, Jalan Dr. Wem Tehupeiory, Ahuru, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Minggu (30/8/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HKGB ke-74 Tahun 2026. Namun, perhatian Kapolda tidak hanya tertuju pada kegiatan seremonial.

Setelah bertemu dengan anak-anak dan menyerahkan bantuan sembako, Kapolda bersama Ketua Bhayangkari melihat langsung kondisi fasilitas panti yang terdampak musibah kebakaran.

Dapur menjadi salah satu fasilitas utama karena digunakan untuk menyiapkan makanan bagi anak-anak. Sementara gudang berfungsi sebagai tempat penyimpanan kebutuhan pangan yang menopang aktivitas panti sehari-hari.

Kondisi kedua fasilitas tersebut kemudian mendapat perhatian khusus.

“Kami melihat langsung kondisi fasilitas yang terdampak kebakaran. Dapur dan gudang ini sangat penting bagi aktivitas panti, terutama untuk memenuhi kebutuhan makanan anak-anak. Karena itu, kami siap membantu agar fasilitas tersebut dapat direnovasi dan kembali digunakan dengan layak,” ujar Kapolda Maluku.

Bagi Kapolda, membantu pemulihan fasilitas panti bukan semata persoalan memperbaiki bangunan. Lebih dari itu, langkah tersebut berkaitan langsung dengan pemenuhan kebutuhan dasar anak-anak yang tinggal dan diasuh di panti.

Kehadiran pemerintah maupun institusi negara, menurutnya, harus dapat dirasakan melalui tindakan yang memberikan manfaat nyata, terutama ketika masyarakat menghadapi kondisi yang membutuhkan perhatian.

Dalam kunjungan itu, bantuan sembako diserahkan kepada pengurus dan pengasuh Panti Asuhan Santa Maria/Santo Yoseph untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari anak-anak.

Namun, bantuan tersebut tidak menjadi akhir dari kunjungan.

Peninjauan fasilitas pascakebakaran justru membuka perhatian terhadap kebutuhan yang lebih berkelanjutan. Dapur dan gudang makanan merupakan bagian penting dari keberlangsungan kehidupan panti sehingga pemulihannya menjadi kebutuhan yang tidak kalah penting dibanding bantuan pangan.

Pendekatan tersebut membuat anjangsana HKGB ke-74 tidak hanya berbicara mengenai apa yang dapat diberikan pada hari itu, tetapi juga bagaimana kebutuhan yang ditemukan di lapangan dapat ditindaklanjuti.

Selain melihat kondisi fasilitas, Kapolda Maluku dan Ketua Bhayangkari Daerah Maluku menyempatkan diri berbincang dengan anak-anak panti.

Dalam suasana penuh keakraban, Kapolda memberikan motivasi agar anak-anak tidak minder dengan keadaan dan tetap memiliki keberanian untuk mengejar cita-cita.

“Jangan pernah merasa minder dengan keadaan. Kalian semua memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan. Rajin belajar, disiplin, hormati orang lain, dan terus berusaha menjadi pribadi yang baik. Jangan berhenti bermimpi,” pesan Kapolda.

Menurutnya, keadaan seseorang pada hari ini tidak menentukan masa depannya. Pendidikan, kedisiplinan, kerja keras dan kemauan untuk terus berkembang menjadi modal penting bagi anak-anak dalam menentukan masa depan.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap anak memiliki potensi yang berbeda. Ada yang memiliki kemampuan akademik, olahraga, seni maupun keterampilan lainnya.

Karena itu, lingkungan yang aman, perhatian, pendidikan dan dukungan dari orang-orang di sekitarnya menjadi bagian penting dalam membantu anak-anak menemukan serta mengembangkan potensi tersebut.

“Anak-anak adalah bagian dari masa depan bangsa. Karena itu, mereka harus mendapatkan perhatian, kasih sayang, pendidikan dan kesempatan untuk berkembang. Tanggung jawab ini bukan hanya milik keluarga, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Ketua Bhayangkari Daerah Maluku, Ny. Vitri Dadang Hartanto, mengatakan anjangsana dalam rangka HKGB ke-74 merupakan bagian dari kepedulian Bhayangkari terhadap masyarakat, khususnya anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan.

Menurutnya, kepedulian tidak semestinya berhenti pada pemberian bantuan material. Kehadiran, komunikasi dan kebersamaan juga menjadi bagian penting untuk membangun rasa percaya diri anak-anak.

“Kami ingin kehadiran Bhayangkari dapat benar-benar dirasakan. Bukan hanya melalui bantuan yang diberikan, tetapi juga melalui perhatian, kasih sayang dan kebersamaan,” ujar Ny. Vitri.

Ia mengatakan anak-anak di panti memiliki masa depan yang panjang sehingga dukungan dari berbagai pihak dibutuhkan agar mereka dapat tumbuh dengan percaya diri dan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita.

Semangat kepedulian tersebut, lanjutnya, sejalan dengan nilai kebersamaan yang telah lama hidup di tengah masyarakat Maluku.

Nilai ale rasa beta rasa, menurutnya, menjadi kekuatan sosial yang mendorong masyarakat untuk saling membantu ketika ada pihak yang mengalami kesulitan.

“Ketika ada yang mengalami kesulitan, kita hadir dan membantu sesuai kemampuan kita. Itulah makna kebersamaan yang ingin terus kami bangun melalui kegiatan Bhayangkari,” katanya.

Kabidhumas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kehadiran Polri di tengah masyarakat.

Menurutnya, tugas kepolisian tidak hanya berkaitan dengan keamanan dan penegakan hukum, tetapi juga bagaimana institusi dapat hadir ketika masyarakat menghadapi persoalan sosial dan kemanusiaan.

“Kehadiran Kapolda Maluku bersama Ketua Bhayangkari di panti asuhan ini menunjukkan bahwa kepedulian Polri dibangun melalui kehadiran langsung dan tindakan nyata,” ujar Rositah.

Ia menilai perhatian terhadap anak-anak memiliki arti penting karena mereka merupakan bagian dari generasi yang akan menentukan masa depan bangsa.

Karena itu, dukungan terhadap anak-anak membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari keluarga, pengelola panti, pemerintah, dunia pendidikan, hingga masyarakat.

“Semangat HKGB ke-74 tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan organisasi, tetapi juga sebagai momentum memperkuat kepedulian sosial,” katanya.

Kunjungan Kapolda Maluku dan Ketua Bhayangkari Daerah Maluku ke Panti Asuhan Santa Maria/Santo Yoseph memperlihatkan bentuk kepedulian yang bergerak dari bantuan langsung menuju perhatian terhadap kebutuhan jangka panjang.

Sembako membantu memenuhi kebutuhan pangan. Percakapan dan motivasi memberikan dorongan psikologis kepada anak-anak. Sementara komitmen membantu renovasi dapur dan gudang pascakebakaran diarahkan untuk memulihkan fasilitas yang menunjang kehidupan mereka sehari-hari.

Di titik itulah makna anjangsana menjadi lebih luas.

Bukan hanya datang, menyerahkan bantuan, kemudian pergi. Tetapi melihat persoalan secara langsung, mendengarkan kebutuhan, lalu membuka ruang untuk menghadirkan solusi.

Di tengah kehidupan masyarakat Maluku yang dikenal dengan semangat kebersamaan, kepedulian semacam itu menjadi ruang untuk memperkuat solidaritas dan rasa saling memiliki.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Ketua Bhayangkari Cabang Kota Ambon, Kapolsek Sirimau serta pengurus Bhayangkari Daerah Maluku.

Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 14.45 WIT dalam keadaan aman, tertib dan terkendali.

Dari sebuah kunjungan sederhana, ada pesan yang lebih besar: bantuan dapat habis digunakan, tetapi kepedulian yang diwujudkan dalam tindakan nyata dapat meninggalkan manfaat yang jauh lebih panjang.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Dihadiri Ketua Puskominfo Jatim, Rumah Rehab Compok Bersinar Bangkalan Gelar Tasyakuran dan Komitmen Berantas Narkoba
CSR 2026, Socfindo Kebun Seunagan Salurkan Beasiswa kepada 100 Orang
Jaga Kebugaran, Warga Binaan Rutan Kelas I Surabaya Antusias Ikuti Senam Aerobik Rutin
Polres Bojonegoro Gelar Khataman Al-Qur’an, Rajut Tobat di Balik Jeruji
REHABILITASI IRIGASI CIPAMATUTAN RAMPUNG, DINAS PU KABUPATEN SUKABUMI PULIHKAN PENGAIRAN 54 HEKTARE SAWAH
Kapolres Nagan Raya Temu Ramah dengan Tokoh Masyarakat Beutong, Perkuat Silaturahmi dan Sinergitas
Kapolres Nagan Raya Gelar Bakti Sosial dan Pelayanan Kesehatan Gratis bagi Masyarakat Beutong
SOLIDARITAS KELUARGA BESAR ASMIPA, ASMIPA PEDULI SALURKAN DONASI UNTUK MAS FAIZ

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 20:48 WIB

Dihadiri Ketua Puskominfo Jatim, Rumah Rehab Compok Bersinar Bangkalan Gelar Tasyakuran dan Komitmen Berantas Narkoba

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:57 WIB

CSR 2026, Socfindo Kebun Seunagan Salurkan Beasiswa kepada 100 Orang

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:56 WIB

Jaga Kebugaran, Warga Binaan Rutan Kelas I Surabaya Antusias Ikuti Senam Aerobik Rutin

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:51 WIB

REHABILITASI IRIGASI CIPAMATUTAN RAMPUNG, DINAS PU KABUPATEN SUKABUMI PULIHKAN PENGAIRAN 54 HEKTARE SAWAH

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:34 WIB

Kapolres Nagan Raya Temu Ramah dengan Tokoh Masyarakat Beutong, Perkuat Silaturahmi dan Sinergitas

Berita Terbaru