Ambon, Indolensa – Kunjungan Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., ke Panti Asuhan Santa Maria/Santo Yoseph di Ahuru, Kota Ambon, tidak berhenti pada penyerahan bantuan sosial. Setelah meninjau dapur dan gudang penyimpanan makanan yang sebelumnya terdampak kebakaran, Kapolda menyatakan kesiapan membantu renovasi kedua fasilitas tersebut.
Komitmen itu disampaikan Kapolda saat mendampingi Ketua Bhayangkari Daerah Maluku Ny. Vitri Dadang Hartanto dalam kegiatan anjangsana dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-74 Tahun 2026, di Jalan Dr. Wem Tehupeiory, Ahuru, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Minggu (30/8/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Kapolda bersama Ketua Bhayangkari Daerah Maluku menyapa anak-anak panti, menyerahkan bantuan sembako, sekaligus melihat langsung kondisi sejumlah fasilitas yang sebelumnya terdampak kebakaran.
Dapur dan gudang penyimpanan makanan menjadi perhatian karena keduanya memiliki fungsi penting dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari anak-anak yang berada dalam pengasuhan panti.
Setelah melihat kondisi di lapangan, Kapolda menyatakan kesiapan membantu proses renovasi agar kedua fasilitas tersebut dapat kembali digunakan secara layak.
“Kami melihat langsung kondisi fasilitas yang terdampak kebakaran. Dapur dan gudang ini sangat penting bagi aktivitas panti, terutama untuk memenuhi kebutuhan makanan anak-anak. Karena itu, kami siap membantu agar fasilitas tersebut dapat direnovasi dan kembali digunakan dengan layak,” ujar Kapolda Maluku.
Menurutnya, bantuan tersebut bukan sekadar persoalan memperbaiki bangunan, tetapi bagian dari upaya memastikan kebutuhan dasar anak-anak di panti tetap terpenuhi.
Selain meninjau fasilitas, Kapolda juga memberikan motivasi kepada anak-anak agar tetap bersemangat menempuh pendidikan dan mengejar cita-cita.
“Jangan pernah merasa minder dengan keadaan. Kalian semua memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan. Rajin belajar, disiplin, hormati orang lain, dan terus berusaha menjadi pribadi yang baik. Jangan berhenti bermimpi,” pesan Kapolda.
Ia menekankan bahwa kondisi seseorang saat ini tidak menentukan masa depannya. Kemauan belajar, kerja keras, disiplin, dan kemampuan mengembangkan potensi menjadi modal penting bagi anak-anak dalam menentukan masa depan.
“Anak-anak adalah bagian dari masa depan bangsa. Karena itu, mereka harus mendapatkan perhatian, kasih sayang, pendidikan dan kesempatan untuk berkembang. Tanggung jawab ini bukan hanya milik keluarga, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Bhayangkari Daerah Maluku Ny. Vitri Dadang Hartanto mengatakan, kegiatan anjangsana HKGB ke-74 merupakan bentuk kepedulian Bhayangkari terhadap masyarakat, khususnya anak-anak yang membutuhkan dukungan.
Menurutnya, kepedulian tidak hanya diwujudkan melalui bantuan material, tetapi juga melalui perhatian, komunikasi dan kebersamaan.
“Kami ingin kehadiran Bhayangkari dapat benar-benar dirasakan. Bukan hanya melalui bantuan yang diberikan, tetapi juga melalui perhatian, kasih sayang dan kebersamaan. Anak-anak ini memiliki masa depan yang panjang dan harus terus kita dukung agar mereka tumbuh dengan percaya diri serta mampu meraih cita-citanya,” ujar Ny. Vitri.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan gotong royong dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Maluku dan Ketua Bhayangkari Daerah Maluku menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada Panti Asuhan Santa Maria/Santo Yoseph. Bantuan diterima pengurus panti untuk mendukung kebutuhan sehari-hari anak-anak.
Namun, perhatian terhadap panti tidak berhenti pada bantuan tersebut. Peninjauan fasilitas pascakebakaran dan rencana membantu renovasi dapur serta gudang menjadi bagian penting dari keberlanjutan kunjungan.
Kabidhumas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., mengatakan, kegiatan tersebut menunjukkan komitmen Polda Maluku untuk membangun kehadiran Polri yang dekat dengan masyarakat.
“Ketika masyarakat membutuhkan perhatian, Polri berupaya hadir untuk memberikan dukungan dan mencari solusi sesuai kebutuhan,” ujar Rositah.
Ia menilai perhatian terhadap anak-anak memiliki arti penting karena berkaitan langsung dengan masa depan generasi bangsa. Karena itu, sinergi antara Polri, Bhayangkari, pengelola panti, pemerintah, dunia pendidikan dan masyarakat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak.
Menurutnya, semangat HKGB ke-74 tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan organisasi, tetapi juga sebagai momentum memperkuat kepedulian sosial.
“Di Maluku, semangat kebersamaan dan gotong royong merupakan modal sosial yang sangat kuat untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Rositah.
Kegiatan anjangsana tersebut turut dihadiri Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Ketua Bhayangkari Cabang Kota Ambon, Kapolsek Sirimau serta pengurus Bhayangkari Daerah Maluku.
Seluruh rangkaian kegiatan selesai pada pukul 14.45 WIT dalam keadaan aman, tertib dan terkendali.
Kunjungan tersebut meninggalkan pesan bahwa kepedulian sosial tidak berhenti pada bantuan yang diberikan, tetapi juga dapat diwujudkan melalui upaya membantu memulihkan fasilitas yang menjadi kebutuhan penting bagi keberlangsungan kehidupan anak-anak di panti.













