Maluku, Indolensa – Kepedulian keluarga besar Polri menjangkau masyarakat hingga wilayah kepulauan. Ketua Umum Bhayangkari Ny. Juliati Sigit Prabowo bersama rombongan memimpin rangkaian Bakti Sosial dan Bakti Kesehatan dalam momentum Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-74 Tahun 2026 di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara, Jumat (28/8/2026).
Mengusung semangat “Bhayangkari Peduli”, kegiatan tersebut menghadirkan bantuan kebutuhan pokok, pelayanan kesehatan gratis serta dukungan bagi berbagai kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian, mulai dari anak-anak, ibu hamil, penyandang disabilitas, lansia hingga masyarakat pesisir.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengabdian Bhayangkari untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan yang memiliki tantangan geografis dan akses pelayanan tersendiri.
Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., mengatakan kehadiran Ketua Umum Bhayangkari di Maluku Tenggara dan Kota Tual menjadi momentum penting untuk memperkuat kepedulian sosial keluarga besar Polri terhadap masyarakat.
“Kehadiran Ketua Umum Bhayangkari bersama rombongan di Maluku bukan sekadar agenda organisasi, tetapi membawa semangat pengabdian yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Di wilayah kepulauan seperti Maluku, kehadiran pelayanan dan bantuan secara langsung tentu memiliki arti yang sangat penting bagi masyarakat,” ujar Kapolda Maluku.
Kapolda menegaskan, Polda Maluku bersama jajaran memberikan dukungan penuh terhadap seluruh rangkaian kegiatan.
“Kami mendukung penuh kegiatan ini. Yang kita harapkan bukan hanya kegiatan berjalan aman dan lancar, tetapi setiap bantuan dan pelayanan yang diberikan benar-benar memberikan manfaat. Inilah bentuk kehadiran Polri bersama seluruh keluarga besarnya untuk masyarakat,” tegasnya.
Dalam rangkaian Bakti Sosial, Bhayangkari menyalurkan 2.350 paket sembako di wilayah Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara.
Sebanyak 1.000 paket disalurkan di Lapangan Lodar El, Kota Tual. Selanjutnya, 800 paket diperuntukkan bagi masyarakat Desa Tayando, serta masing-masing 125 paket disalurkan di Desa Tamedan dan Desa Labetawi.
Selain masyarakat, sebanyak 300 paket dialokasikan bagi personel Polri dan tenaga kesehatan yang terlibat dalam kegiatan.
Paket bantuan tersebut berisi sejumlah kebutuhan pokok, di antaranya beras, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, sarden kaleng, biskuit, mi instan, susu kental manis, teh celup, kopi bubuk dan kecap manis.
Perhatian juga diberikan kepada kelompok rentan. Sebanyak 40 paket bantuan disiapkan bagi anak stunting dan 80 paket bagi ibu hamil. Bantuan tersebut berisi kebutuhan pendukung pemenuhan gizi seperti susu, kacang hijau, telur dan biskuit.
Sementara itu, sebanyak 45 paket sarung dan selimut disiapkan bagi peserta khitanan.
Di bidang kesehatan, masyarakat memperoleh pelayanan gratis yang meliputi pengobatan umum, pemeriksaan gigi, mata, THT, paru, kebidanan, pemeriksaan golongan darah hingga pelayanan khitanan.
Ketua Umum Bhayangkari bersama rombongan juga meninjau langsung sejumlah titik pelayanan kesehatan untuk melihat pelaksanaan kegiatan sekaligus memastikan pelayanan berjalan optimal.
Kabidhumas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., mengatakan rangkaian Bakti Sosial dan Bakti Kesehatan tersebut diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.
“Bakti Sosial dan Bakti Kesehatan ini memperlihatkan bahwa kepedulian Bhayangkari hadir secara nyata di tengah masyarakat. Bantuan yang diberikan menyentuh kebutuhan dasar sekaligus aspek kesehatan, termasuk kelompok rentan seperti anak stunting dan ibu hamil,” kata Rositah.
Menurutnya, pelayanan kesehatan gratis juga memberikan manfaat tersendiri bagi masyarakat di wilayah kepulauan karena warga dapat memperoleh pemeriksaan dan pengobatan tanpa harus meninggalkan wilayah tempat tinggalnya.
“Kegiatan ini kami harapkan menjadi ruang perjumpaan antara keluarga besar Polri dengan masyarakat. Bukan hanya memberikan bantuan, tetapi juga mendengarkan kebutuhan masyarakat dan menghadirkan pelayanan yang benar-benar mereka perlukan,” ujarnya.
Kepedulian juga diberikan kepada penyandang disabilitas dan lansia melalui bantuan 12 kursi roda, enam tongkat ketiak, empat tongkat adaptif dan 300 kacamata baca.
Sementara bagi masyarakat pesisir, dukungan diwujudkan melalui bantuan kepada lima kelompok nelayan berupa jaring, coolbox, alat pancing dan pelampung.
Beragam bantuan tersebut menunjukkan bahwa rangkaian Bhayangkari Peduli tidak hanya menyasar kebutuhan pokok, tetapi juga kesehatan, pemenuhan gizi, pendidikan, aksesibilitas bagi kelompok rentan hingga mendukung aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.
Bagi masyarakat di wilayah Kepulauan Kei, kehadiran pelayanan dan bantuan secara langsung menjadi bentuk perhatian yang dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.
Polda Maluku bersama Polres Tual dan Polres Maluku Tenggara memberikan dukungan terhadap seluruh rangkaian kegiatan, termasuk pengamanan dan koordinasi selama kegiatan berlangsung.
Dari Kepulauan Kei, semangat “Bhayangkari Peduli” diwujudkan melalui bantuan, pelayanan kesehatan dan dukungan bagi berbagai kelompok masyarakat sebuah upaya untuk memastikan bahwa perhatian dan pengabdian keluarga besar Polri dapat menjangkau masyarakat hingga wilayah kepulauan.












