Buru, Maluku, Indolensa — Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, S.I.P., M.Han., menekankan pentingnya karakter prajurit “petarung” sekaligus disiplin menjaga keamanan pangkalan saat melakukan kunjungan kerja ke Kodim 1506/Namlea, Kabupaten Buru, Selasa (25/8/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda Pangdam di Pulau Buru. Selain meninjau satuan dan memberikan pengarahan kepada prajurit, Pangdam juga dijadwalkan meresmikan jembatan yang dibangun melalui Program Karya Bakti Skala Besar TNI AD di Desa Waeflan, Kecamatan Waelata.
Pangdam bersama rombongan tiba di Bandara Namniwel Sawah, Kecamatan Lilialy, sekitar pukul 08.55 WIT dengan menggunakan pesawat CASA 212 TNI AD nomor registrasi A-9144.
Kedatangan Pangdam turut didampingi Ketua Persit KCK PD XV/Pattimura Ny. Dian Dody Triwinarto beserta sejumlah Asisten Kodam XV/Pattimura.
Rombongan kemudian disambut Dandim 1506/Namlea Letkol Inf Heribertus Purwanto, S.I.P., M.I.P., Danyonif TP 821/SB Letkol Inf Muhamad Zoddiqul Ulum Ely, Wakapolres Buru Kompol Jufri Jawa, serta para perwira staf dan Danramil jajaran Kodim 1506/Namlea.
Sebelum melanjutkan agenda peresmian jembatan, Pangdam terlebih dahulu mengunjungi Makodim 1506/Namlea.
Kedatangan Pangdam disambut melalui rangkaian prosesi militer dan adat. Penyambutan diawali dengan laporan pimpinan, pengalungan Kain Lestari, pemberian buket bunga, jajar kehormatan, serta tarian adat khas Buru.
Rangkaian penyambutan ditutup dengan foto bersama sebelum Pangdam memberikan pengarahan kepada prajurit di lapangan apel Makodim 1506/Namlea.
Dalam arahannya, Dody menegaskan bahwa predikat prajurit “petarung” tidak cukup hanya dimaknai sebagai keberanian menghadapi medan tugas.
Seorang prajurit, menurut Pangdam, harus memiliki kecerdasan, keberanian, dan jiwa pantang menyerah.
Kecerdasan diperlukan agar setiap tugas dapat dijalankan dengan perhitungan dan profesionalisme. Keberanian menjadi modal menghadapi tantangan, sementara sikap pantang menyerah diperlukan agar prajurit tidak mudah mundur ketika menghadapi kesulitan di lapangan.
Ketiga karakter tersebut, kata Pangdam, merupakan modal penting bagi prajurit dalam memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara.
Selain pembinaan mental dan karakter prajurit, Pangdam memberikan perhatian khusus terhadap keamanan pangkalan dan perumahan dinas.
Personel diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi yang dapat membahayakan keselamatan prajurit maupun satuan, termasuk risiko yang berasal dari instalasi kelistrikan.
Pangdam mengingatkan seluruh personel agar memastikan kondisi listrik di rumah maupun kantor dalam keadaan aman sebelum meninggalkan tempat.
Langkah sederhana tersebut dinilai penting untuk mencegah terjadinya insiden yang dapat menimbulkan kerugian bagi personel, keluarga maupun satuan.
Kunjungan kerja Pangdam XV/Pattimura ke Kodim 1506/Namlea tidak hanya menjadi agenda pembinaan internal satuan.
Agenda tersebut juga memperlihatkan keterkaitan antara pembinaan prajurit dan pelaksanaan tugas kewilayahan TNI AD dalam membantu pembangunan daerah.
Peresmian jembatan di Desa Waeflan menjadi salah satu bagian dari rangkaian kunjungan Pangdam di Kabupaten Buru. Infrastruktur tersebut diharapkan memperkuat konektivitas masyarakat sekaligus membuka akses ekonomi dan sosial di wilayah yang sebelumnya memiliki keterbatasan transportasi.
Melalui kunjungan tersebut, Pangdam menegaskan pentingnya prajurit yang tangguh dalam menjalankan tugas, sekaligus satuan yang aman dan tertib dalam mendukung pelaksanaan pengabdian.
Bagi Kodim 1506/Namlea, pesan tersebut menjadi pengingat bahwa profesionalisme prajurit tidak hanya diuji ketika berada di medan tugas, tetapi juga tercermin dari kedisiplinan menjaga satuan, keluarga, dan lingkungan tempat bertugas.












