Ambon, Indolensa — Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX dan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku memperkuat koordinasi untuk memperluas layanan kas dan mendukung kedaulatan Rupiah hingga wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T) di Kepulauan Maluku.
Penguatan sinergi itu mengemuka dalam kunjungan Courtesy Call (CC) Kepala Perwakilan BI Provinsi Maluku Surya Alamasyah kepada Wakil Komandan Kodaeral IX Laksma TNI Dr. Muhammad Risahdi di Mako Kodaeral IX, Halong, Kota Ambon, Rabu (26/8/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus membahas sejumlah agenda strategis yang membutuhkan dukungan lintas sektor, khususnya terkait distribusi dan pengelolaan uang Rupiah di wilayah kepulauan.
Salah satu agenda yang dibahas adalah rencana pelaksanaan kembali Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 di sejumlah wilayah Maluku.
Dalam program tersebut, unsur kapal perang TNI AL, KRI Posepa-870 dari Satuan Kapal Patroli (Satrol) Kodaeral IX, direncanakan mendukung mobilisasi kegiatan BI untuk mendistribusikan uang layak edar (ULE) sekaligus menarik uang tidak layak edar atau uang lusuh dari masyarakat.
Kolaborasi tersebut menjadi penting mengingat kondisi geografis Maluku yang terdiri atas gugusan pulau dengan sejumlah wilayah yang memiliki keterbatasan akses transportasi.
Dengan dukungan unsur kapal TNI AL, distribusi uang diharapkan dapat menjangkau masyarakat di wilayah 3T yang sulit diakses melalui jalur transportasi darat maupun jalur reguler lainnya.
Wadan Kodaeral IX menyambut baik kunjungan jajaran BI Maluku tersebut. Menurutnya, komunikasi dan koordinasi antarlembaga diperlukan untuk memastikan berbagai program yang menyentuh kepentingan masyarakat dapat berjalan efektif.
Sinergi Kodaeral IX dan BI Maluku juga diharapkan tidak berhenti pada hubungan kelembagaan, tetapi menghasilkan kerja sama konkret dalam mendukung pemerataan layanan keuangan serta kelancaran peredaran Rupiah di wilayah kepulauan.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Maluku Surya Alamasyah hadir bersama Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Maluku Rakhmat Pratama, Kepala Unit PUR BI Maluku Izaac Wattimena, Staf Unit PUR BI Maluku Pattymase H. Mozes, serta Protokol BI Maluku Maxwel R. Alfons.
Sementara Wadan Kodaeral IX didampingi Aster Dankodaeral IX, Dansatrol Kodaeral IX, Komandan KRI Posepa-870, Koorsmin Kodaeral IX, dan Ka Akun Kodaeral IX.
Melalui kolaborasi tersebut, Kodaeral IX dan BI Provinsi Maluku berupaya memperkuat kehadiran layanan publik di wilayah kepulauan, sekaligus memastikan masyarakat di daerah 3T tetap memperoleh akses terhadap Rupiah yang layak edar.
Bagi Maluku, sinergi ini memiliki arti strategis. Distribusi Rupiah bukan sekadar persoalan transaksi ekonomi, tetapi juga berkaitan dengan pemerataan layanan keuangan dan penguatan kedaulatan mata uang nasional di wilayah perbatasan dan kepulauan.












