Ambon, Indolensa — Satuan Brimob Polda Maluku memperkuat kesiapsiagaan personel menghadapi potensi bencana dan keadaan darurat melalui latihan Search and Rescue (SAR) yang digelar Batalyon A Pelopor di Mako Satuan Brimob Polda Maluku, Rabu (26/8/2026).
Latihan tersebut menjadi bagian dari pembinaan kemampuan personel secara berkelanjutan. Tidak hanya menguji kesiapan fisik, kegiatan juga diarahkan untuk meningkatkan keterampilan teknis, ketepatan prosedur, serta kemampuan bekerja dalam tim ketika menghadapi situasi yang membutuhkan pencarian, pertolongan, dan evakuasi korban.
Seluruh personel jajaran Batalyon A Pelopor mengikuti latihan yang memadukan pembekalan teori dan praktik lapangan. Materi yang diberikan meliputi teknik dasar SAR, prosedur pencarian dan pertolongan, evakuasi korban, hingga penguatan koordinasi antarpersonel.
Setiap tahapan latihan dilaksanakan dengan memperhatikan aspek keselamatan, kedisiplinan dan profesionalisme. Kemampuan tersebut dinilai penting karena tugas Brimob tidak hanya berkaitan dengan penanganan gangguan keamanan, tetapi juga kesiapan memberikan bantuan kemanusiaan ketika masyarakat menghadapi bencana atau kondisi darurat.
Danyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Maluku, Kompol Ahmad Hi. Saleh, mengatakan latihan SAR merupakan bagian penting untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kemampuan operasional personel.
“Latihan ini bertujuan untuk memastikan setiap personel Brimob memiliki kemampuan dan kesiapan yang optimal dalam melaksanakan tugas-tugas kemanusiaan, khususnya pada saat terjadi bencana maupun situasi darurat yang membutuhkan tindakan pencarian dan pertolongan secara cepat dan tepat,” ujar Ahmad.
Menurutnya, kemampuan SAR tidak dapat hanya mengandalkan pengetahuan yang diperoleh sekali. Keterampilan tersebut harus terus dilatih agar personel terbiasa mengambil keputusan, bergerak sesuai prosedur, dan bekerja secara terpadu ketika menghadapi kondisi sebenarnya.
Karena itu, latihan juga diarahkan untuk membangun kesiapan individu sekaligus kekompakan tim.
Dansat Brimob Polda Maluku Kombes Pol Tedy Purnanto, S.I.K., menekankan bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana merupakan bagian dari tanggung jawab Polri dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.
Karakteristik geografis Maluku yang merupakan wilayah kepulauan, menurutnya, membutuhkan personel dengan kemampuan respons yang cepat dan terukur ketika terjadi keadaan darurat.
“Personel harus selalu siap, terlatih, dan mampu bertindak cepat, tepat, serta terukur. Latihan SAR ini merupakan investasi kemampuan agar ketika negara dan masyarakat membutuhkan, Brimob hadir dengan kesiapan terbaik,” tegas Tedy.
Ia meminta latihan tidak dipandang sekadar sebagai agenda rutin satuan. Setiap kegiatan harus menjadi ruang evaluasi untuk meningkatkan kemampuan personel, memperkuat kerja sama tim, sekaligus mengukur kesiapan menghadapi dinamika tugas di lapangan.
Sementara itu, Kabidhumas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi, S.I.K., menyebut penguatan kemampuan SAR merupakan bagian dari komitmen Polda Maluku mendukung kesiapsiagaan dalam penanggulangan bencana dan pelayanan kemanusiaan.
“Polri, termasuk Satuan Brimob, memiliki peran strategis untuk hadir di tengah masyarakat pada saat-saat yang membutuhkan respons cepat,” ujar Rositah.
Ia mengatakan kemampuan personel harus terus dipelihara dan ditingkatkan agar kesiapan yang dibangun melalui latihan benar-benar dapat diterapkan ketika terjadi bencana.
Dengan kemampuan yang terlatih, personel Batalyon A Pelopor diharapkan mampu memberikan respons cepat dalam operasi kemanusiaan, baik secara mandiri maupun melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, instansi terkait, serta unsur penanggulangan bencana lainnya.
Latihan SAR tersebut sekaligus menegaskan bahwa kesiapan Brimob bukan hanya diukur dari kemampuan menghadapi ancaman keamanan. Di tengah masyarakat, personel juga dituntut mampu menjadi kekuatan yang sigap ketika bencana datang dan keselamatan warga membutuhkan pertolongan.
Polda Maluku memastikan peningkatan kapasitas personel akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menghadirkan Polri yang profesional, responsif, dan siap memberikan perlindungan serta bantuan kemanusiaan kapan pun dibutuhkan.












