Aboru, Indolensa — Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Provinsi Maluku tahun ini berlangsung berbeda. Upacara yang biasanya dipusatkan di kawasan perkotaan, kali ini digelar di Negeri Aboru, Kecamatan Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Senin (17/8/2026).
Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto bertindak sebagai Inspektur Upacara. Kegiatan yang diselenggarakan Kodim 1504/Ambon tersebut mengusung tema nasional “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” serta melibatkan unsur TNI, Polri, pemerintah negeri, tokoh masyarakat, guru hingga pelajar.
Pemilihan Aboru sebagai lokasi upacara bukan sekadar seremoni. Kehadiran jajaran TNI, Polri dan pemerintah daerah di salah satu negeri di Kepulauan Lease itu menjadi pesan bahwa peringatan kemerdekaan sekaligus menjadi momentum memperkuat kehadiran negara di tengah masyarakat.
Sebelum upacara dimulai, Pangdam tiba di Pelabuhan Salele, Negeri Aboru, dan disambut secara adat oleh Ketua Saniri Negeri bersama Raja Aboru, Anthonie David Cornelis Usmany, S.Sos.
Penyambutan ditandai dengan pengalungan syal oleh Raja Aboru dan dilanjutkan tarian Lengso yang dibawakan siswa SD Negeri 290 Maluku Tengah.
Rangkaian penyambutan kemudian dilanjutkan dengan pembentangan 500 Bendera Merah Putih di lingkungan SMP Negeri 4 Aboru. Kibaran ratusan bendera tersebut menjadi simbol nasionalisme sekaligus semangat masyarakat Aboru dalam merayakan kemerdekaan Indonesia.
Dalam sambutannya, Pangdam XV/Pattimura menyampaikan bahwa pemilihan Negeri Aboru sebagai lokasi upacara memiliki makna strategis.
Menurutnya, kehadiran pemerintah bersama TNI dan Polri di Aboru merupakan bentuk penghormatan sekaligus upaya menunjukkan bahwa perhatian negara tidak hanya terpusat di ibu kota provinsi.
“Kita ingin menunjukkan keadilan yang nyata — bahwa perhatian negara tidak hanya terpusat di ibu kota provinsi saja, melainkan juga menjangkau pelosok-pelosok daerah,” kata Dody dalam sambutannya.
Ia mengatakan, kehadiran negara di wilayah yang selama ini relatif jauh dari pusat pemerintahan harus mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Dody juga mengapresiasi antusiasme warga Aboru yang telah mempersiapkan berbagai kebutuhan upacara sejak beberapa hari sebelumnya. Mulai dari pembersihan lingkungan hingga kesiapan masyarakat menyambut rombongan.
Menurutnya, partisipasi masyarakat menunjukkan kuatnya rasa cinta terhadap Indonesia.
“Kehadiran ribuan warga yang menyaksikan upacara ini menunjukkan betapa besarnya cinta masyarakat kepada tanah air,” ujarnya.
Dalam upacara tersebut, Pangdam juga membacakan amanat Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto.
Panglima TNI menekankan bahwa kemerdekaan yang diperoleh 81 tahun lalu harus dijaga melalui kerja nyata untuk mempertahankan kedaulatan, keamanan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini, menurut amanat tersebut, tidak hanya berupa ancaman konvensional. Perubahan lingkungan strategis global juga ditandai kontestasi geopolitik, konflik kawasan, perang siber, perang informasi serta perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Karena itu, TNI dituntut mampu mendeteksi dan mencegah berbagai potensi ancaman sekaligus menjaga wilayah darat, laut dan udara Indonesia.
“TNI harus mampu mendeteksi dan mencegah setiap ancaman, serta menjaga setiap jengkal daratan, perairan, dan ruang udara Indonesia,” tegasnya.
Untuk mewujudkan Indonesia yang adil, TNI juga diminta menghadirkan rasa aman bagi masyarakat serta mencegah dan menindak berbagai pelanggaran yang merugikan rakyat, termasuk penambangan ilegal, illegal fishing, penyelundupan dan bentuk pelanggaran lainnya.
Sementara dalam mendukung Indonesia yang makmur, TNI diarahkan untuk mengoptimalkan Operasi Militer Selain Perang (OMSP), mendukung program strategis nasional, memperkuat ketahanan pangan dan energi serta membantu percepatan penanganan bencana.
Pesan lain yang cukup tegas disampaikan dalam amanat tersebut menyangkut pembenahan internal TNI.
Dody menegaskan, kekuatan TNI tidak hanya ditentukan oleh modernisasi Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam), tetapi juga oleh kehormatan, integritas dan kedisiplinan setiap prajurit.
“TNI tidak akan menoleransi segala bentuk pelanggaran hukum dan disiplin,” tegasnya.
Prajurit diminta menjauhi judi online, narkoba, desersi, penyalahgunaan wewenang serta berbagai tindakan indisipliner yang dapat mencoreng nama baik satuan maupun institusi.
Ia juga mengingatkan agar semangat jiwa korsa tidak digunakan untuk melindungi personel yang melakukan pelanggaran.
Sebaliknya, jiwa korsa harus dimaknai sebagai kekuatan untuk saling mengingatkan dan mencegah terjadinya kesalahan sejak dini.
Prajurit juga diminta memperkuat sinergi Tri Matra TNI, soliditas bersama Polri serta seluruh komponen bangsa. Kepercayaan masyarakat, kata dia, merupakan kehormatan yang harus dijaga.
Menghadapi kompleksitas tugas menuju Indonesia Emas, seluruh prajurit diminta menerapkan nilai TNI PRIMA, yakni Profesional, Responsif, Integratif, Modern dan Adaptif.
Dalam sambutannya kepada masyarakat Aboru, Pangdam juga menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan keutuhan NKRI.
Ia menyebut soliditas antara pemerintah daerah, TNI, Polri dan masyarakat sebagai salah satu kunci menjaga stabilitas keamanan sekaligus memperkuat pembangunan.
“Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah harga mati. Tidak ada ruang, tidak ada waktu, dan tidak ada tempat bagi pihak-pihak atau kelompok tertentu yang berusaha mengganggu kedaulatan dan keutuhan NKRI,” tegas Dody.
Ia memastikan TNI bersama seluruh komponen bangsa akan berdiri menjaga keutuhan Indonesia.
Namun, pesan tersebut sekaligus diarahkan untuk memperkuat persatuan masyarakat Maluku.
Menurut Dody, kekuatan negara tidak hanya berada pada institusi pemerintahan maupun aparat keamanan, tetapi juga pada masyarakat yang menjaga persaudaraan dan persatuan.
Upacara HUT ke-81 RI tersebut diikuti personel Yonif 733/Masariku, anggota Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, para guru serta siswa SD, SMP dan SMA se-Negeri Aboru.
Komandan Upacara dijabat Kolonel Inf Rudolf Paulus, yang saat ini menjabat Waasintel Kasdam XV/Pattimura.
Sementara Jeli Soumokil dipercaya sebagai pembawa baki. Tiga petugas pembawa Bendera Merah Putih yakni Jeli Soumokil, Helmy A. Usmany dan Etgar B. Malawau.
Rangkaian upacara meliputi pengibaran Bendera Merah Putih, pembacaan Pancasila dan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Teks Proklamasi dibacakan oleh Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath.
Setelah upacara selesai, peringatan HUT ke-81 RI di Aboru tidak langsung berakhir. Kegiatan dilanjutkan dengan Pesta Rakyat yang melibatkan masyarakat setempat.
Sejumlah kegiatan digelar, antara lain tarian Pancasila oleh siswa SD Negeri 290 Maluku Tengah sebagai pemenang lomba, makan bersama, pembagian sembako, pengobatan massal serta berbagai perlombaan masyarakat.
Rangkaian tersebut membuat peringatan kemerdekaan tidak berhenti pada pengibaran bendera dan seremoni kenegaraan. Momentum tersebut juga diisi dengan kegiatan sosial yang menyentuh langsung masyarakat.
Bagi Maluku, peringatan HUT ke-81 RI di Aboru sekaligus memperlihatkan wajah lain dari kemerdekaan: negara hadir bukan hanya melalui upacara, tetapi melalui kedekatan, pelayanan, sinergi dan perhatian terhadap masyarakat di wilayah kepulauan.
Dari Aboru, pesan yang disampaikan sederhana namun kuat: kemerdekaan harus dirasakan seluruh rakyat, termasuk mereka yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan.
MERDEKA!













