Sorotan APD Berujung Dugaan Tekanan, Pekerja Outsourcing PTPN IV Bah Butong Diduga Dipindahkan ke Afd

- Penulis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 21:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

SIMALUNGUN | ILC — Persoalan dugaan pekerja outsourcing bekerja tanpa Alat Pelindung Diri (APD) di lingkungan Pabrik Teh PTPN IV Regional II Bah Butong, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, kembali mencuat.

Informasi terbaru yang diterima redaksi pada 12 Agustus 2026 justru mengungkap dugaan adanya tekanan terhadap pekerja setelah persoalan tersebut diberitakan dan menjadi perhatian publik.

Yang lebih miris, seorang pekerja outsourcing disebut-sebut diduga dipindahkan ke bagian Afd atau afdeling. Berdasarkan informasi yang diterima redaksi, penempatan tersebut dinilai tidak layak bagi pekerja yang bersangkutan.

Jika informasi tersebut benar, kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai tata kelola ketenagakerjaan di lingkungan PTPN IV Regional II Bah Butong. Publik tentu berhak mengetahui apakah pemindahan tersebut merupakan kebijakan operasional biasa atau memiliki kaitan dengan munculnya sorotan mengenai keselamatan kerja.

Bukannya Berbenah, Pekerja Diduga Justru Tertekan

Sebelumnya, pemberitaan mengenai video pekerja outsourcing yang diduga melakukan pekerjaan tanpa APD memadai telah memunculkan pertanyaan tentang penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan pabrik.

Semestinya, ketika persoalan tersebut mencuat, manajemen melakukan evaluasi terhadap SOP, memastikan ketersediaan APD, serta memperketat pengawasan terhadap keselamatan seluruh pekerja.

Namun, munculnya informasi mengenai dugaan tekanan dan pemindahan pekerja justru menimbulkan tanda tanya baru.

Apakah SOP keselamatan kerja benar-benar diterapkan secara konsisten?

Apakah pekerja outsourcing mendapatkan perlindungan yang semestinya?

Dan yang paling penting, apakah pekerja dapat menyampaikan persoalan di lapangan tanpa khawatir mendapatkan tekanan atau perlakuan yang merugikan?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut perlu dijawab secara terbuka oleh manajemen.

Dinas Tenaga Kerja Diminta Turun Tangan

Sebagai perusahaan yang berada dalam lingkungan BUMN, PTPN IV Regional II Bah Butong dituntut menjadi contoh dalam penerapan tata kelola perusahaan yang baik, termasuk dalam perlindungan keselamatan dan hak-hak pekerja.

Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Utara, khususnya Pengawas Ketenagakerjaan, dinilai perlu turun melakukan pemeriksaan apabila terdapat laporan mengenai dugaan pelanggaran norma K3 maupun tekanan terhadap pekerja.

Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan apakah seluruh prosedur telah berjalan sesuai ketentuan, termasuk dasar dan alasan pemindahan pekerja outsourcing ke bagian Afd.

Jangan sampai persoalan keselamatan kerja justru berhenti pada pemberitaan, sementara akar persoalannya tidak pernah diperiksa.

Manajemen Belum Berikan Klarifikasi

Hingga berita ini ditayangkan, pihak manajemen PTPN IV Regional II Bah Butong belum memberikan penjelasan resmi kepada redaksi terkait dugaan tekanan terhadap pekerja maupun informasi mengenai pemindahan pekerja outsourcing ke Afd.

Redaksi masih membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak manajemen PTPN IV Regional II Bah Butong untuk memberikan klarifikasi dan hak jawab.

Catatan Redaksi: Informasi mengenai dugaan tekanan dan pemindahan pekerja tersebut masih memerlukan verifikasi serta klarifikasi dari pihak terkait. Redaksi menggunakan prinsip praduga tak bersalah dan tidak menyimpulkan adanya pelanggaran sebelum terdapat pemeriksaan atau keterangan resmi dari instansi yang berwenang.(Redaksi)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

GEROBAK JUPE POLSEK GUBENG RAMAIKAN AKSI BERBAGI MAKAN GRATIS DI POLRESTABES SURABAYA
Breaking News: Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo Meluas, 512 Orang Bergejala dari 19 Lembaga Pendidikan
AIR PDAM SURYA SEMBADA DIPERTANYAKAN, GUS HAR : AIR BERSIH SAJA TAK LAYAK, APALAGI AIR MINUM, GUGAT PDAM, STOP Penipuan!!
TRAGEDI PDAM SURYA SEMBADA 2026: AIR KERUH, TAGIHAN NAIK, DENDA FANTASTIS, HUMAS DIPERSULIT, GUS HAR: “KALAU TAK MAMPU MELAYANI, TUTUP SAJA!”
Tari Wanci Kahuripan RW 06 Hipnotis Penonton di Panggung Pentas Seni Karang Taruna Manukan Kulon
“RAPOR MERAH” GUS HAR DESAK AUDIT TOTAL PDAM SURYA SEMBADA: TAGIHAN NAIK 100 PERSEN, DENDA TUNGGAKAN & DENDA TUTUPAN FANTASTIS, CSR DAN PENGADAAN WAJIB DIBUKA!!
Wabup Mimik Idayana Temukan Spot Hiu Paus di Jabon, Dorong Pengembangan Wisata Bahari Sidoarjo
24 Tahun Cari Keadilan, Ida Susanti Soroti Penanganan Kasus di Polda Jatim dan Siapkan Audiensi ke Komisi III DPR RI

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:55 WIB

GEROBAK JUPE POLSEK GUBENG RAMAIKAN AKSI BERBAGI MAKAN GRATIS DI POLRESTABES SURABAYA

Rabu, 2 September 2026 - 13:14 WIB

Breaking News: Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo Meluas, 512 Orang Bergejala dari 19 Lembaga Pendidikan

Rabu, 2 September 2026 - 12:43 WIB

AIR PDAM SURYA SEMBADA DIPERTANYAKAN, GUS HAR : AIR BERSIH SAJA TAK LAYAK, APALAGI AIR MINUM, GUGAT PDAM, STOP Penipuan!!

Selasa, 1 September 2026 - 19:25 WIB

TRAGEDI PDAM SURYA SEMBADA 2026: AIR KERUH, TAGIHAN NAIK, DENDA FANTASTIS, HUMAS DIPERSULIT, GUS HAR: “KALAU TAK MAMPU MELAYANI, TUTUP SAJA!”

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:19 WIB

Tari Wanci Kahuripan RW 06 Hipnotis Penonton di Panggung Pentas Seni Karang Taruna Manukan Kulon

Berita Terbaru

HEADLINE

Pramono Resmikan Masjid Apung An-Nur di Jakarta Utara  

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:22 WIB