Ambon, Indolensa — Lima Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) turun langsung ke Sekolah Rakyat di Kota Ambon untuk memberikan bimbingan sekaligus menanamkan nilai disiplin, kemandirian, wawasan kebangsaan, dan kepedulian terhadap lingkungan kepada para siswa.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Tahun 2026 yang berlangsung di Panti Sosial Bina Remaja Hiti Hiti Hala Hala, Ambon, Senin (3/8/2026), mulai pukul 07.00 WIT.
Kehadiran para Taruna menjadi bagian dari upaya menghadirkan sosok Polri tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra pendidikan dan teladan bagi generasi muda.
Lima Taruna Akpol yang mengikuti kegiatan tersebut yakni Brigadir Kepala Taruna Sultan Pasha Ramadhan, Brigadir Kepala Taruna Andika Thariq Siraj Simatupang, Brigadir Kepala Taruna Achmad Rasya Rifai, Brigadir Kepala Taruna Teuku Satria Nurkholid, dan Brigadir Kepala Taruna Narendra Darma Salman Soumena.
Mereka didampingi Ipda Johanis Darmapan, S.Tr.I.K., selaku pendamping Taruna Akpol.
Dalam kegiatan tersebut, para Taruna memberikan materi pembinaan mulai dari tata cara pelaporan, Peraturan Baris-Berbaris (PBB), hingga pengenalan Pramuka Saka Bhayangkara.
Materi Saka Bhayangkara mengangkat tema “Membangun Generasi yang Disiplin, Tangguh dan Peduli terhadap Keamanan Lingkungan Bersama Polri untuk Sekolah Rakyat.”
Pembinaan dilakukan dengan pendekatan edukatif dan humanis. Para Taruna diarahkan menjadi sahabat belajar sekaligus figur teladan bagi siswa, tanpa kekerasan maupun perpeloncoan.
Nilai yang ditanamkan meliputi kedisiplinan, kerapian, tanggung jawab, kebersamaan, kemandirian, serta kepedulian terhadap lingkungan. Para siswa juga mendapatkan wawasan kebangsaan, pembentukan karakter, dan pengenalan kepramukaan sebagai bagian dari pembiasaan perilaku positif.
Pembiasaan tersebut diterapkan melalui hal-hal sederhana, seperti merapikan tempat tidur, menjaga kerapian diri, menyemir sepatu, membangun tanggung jawab pribadi, hingga mengikuti kegiatan keagamaan.
Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Arif Budiman mengatakan, keterlibatan Taruna Akpol dalam kegiatan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari pembentukan karakter generasi muda sekaligus bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat.
“Polri tidak hanya hadir ketika terjadi gangguan keamanan atau persoalan hukum. Polri juga memiliki tanggung jawab sosial untuk ikut membangun karakter generasi muda. Karena itu, Taruna Akpol kita dorong untuk menjadi contoh, sahabat belajar dan sumber inspirasi bagi para siswa,” ujar Wakapolda.
Menurutnya, kedisiplinan yang dibangun sejak dini harus ditempatkan sebagai proses pendidikan positif, bukan melalui pendekatan kekerasan.
“Yang ingin kita tanamkan adalah disiplin yang lahir dari kesadaran, tanggung jawab dan keteladanan. Anak-anak harus tumbuh menjadi generasi yang tangguh, mandiri, memiliki wawasan kebangsaan dan peduli terhadap lingkungannya,” katanya.
Wakapolda menambahkan, kehadiran Taruna Akpol di Sekolah Rakyat juga menjadi kesempatan bagi para calon perwira Polri untuk belajar memahami kehidupan masyarakat secara langsung.
“Taruna juga belajar dari masyarakat. Mereka belajar berkomunikasi, membangun empati dan memahami bahwa tugas kepolisian pada hakikatnya adalah memberikan pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., mengatakan Taruna Bhakti Sekolah Rakyat memiliki nilai strategis karena mempertemukan fungsi pendidikan, pembentukan karakter, dan penguatan hubungan Polri dengan generasi muda.
“Sekolah bukan hanya tempat memperoleh pengetahuan, tetapi juga ruang membangun karakter. Melalui kehadiran Taruna Akpol, siswa mendapatkan pengalaman langsung tentang disiplin, kebersamaan, tanggung jawab dan kecintaan terhadap bangsa,” kata Rositah.
Ia menegaskan, pola pembinaan yang diterapkan mengedepankan pendekatan humanis dan edukatif agar keberadaan Taruna Akpol memberikan pengalaman positif bagi para siswa.
“Pesan yang ingin disampaikan adalah bahwa disiplin tidak identik dengan kekerasan. Disiplin dapat dibangun melalui keteladanan, pembiasaan dan tanggung jawab. Inilah nilai yang kami harapkan dapat tumbuh dalam diri para siswa Sekolah Rakyat,” ujarnya.
Kegiatan Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Tahun 2026 dilaksanakan secara serentak selama lima hari di berbagai titik Sekolah Rakyat di sejumlah wilayah Indonesia.
Di Ambon, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai aktivitas pembinaan sesaat, tetapi menjadi pengalaman yang membentuk kebiasaan positif siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, Taruna Akpol diharapkan mampu menjadi figur teladan yang mendorong siswa tumbuh sebagai generasi yang disiplin, mandiri, tangguh, berkarakter, memiliki wawasan kebangsaan, dan peduli terhadap lingkungan.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan Polri dengan dunia pendidikan serta membangun kepercayaan generasi muda melalui pendekatan yang dekat, humanis, dan edukatif.













