Ambon, Indolensa – Di tengah tantangan perubahan iklim, krisis pangan global, dan upaya mewujudkan swasembada pangan nasional, Kodam XV/Pattimura mengambil langkah strategis dengan meluncurkan Gerakan Penanaman Sejuta Pohon Sukun secara serentak di wilayah Maluku dan Maluku Utara. Program ini bukan sekadar gerakan penghijauan, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun ketahanan pangan, mendorong hilirisasi komoditas lokal, serta menjaga keseimbangan ekologi kawasan timur Indonesia.
Launching Penanaman Sejuta Pohon Sukun dilaksanakan di kawasan Bukit Paralayang Ambon, Jumat (31/7/2026), dan diikuti secara serentak oleh seluruh jajaran Kodam XV/Pattimura. Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku dan Kota Ambon, jajaran TNI-Polri, serta para tamu undangan lainnya.
Dalam kesempatan itu, para peserta menyimak arahan Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, S.I.P., M.Han., yang disampaikan melalui video conference (vicon) dari Weda, Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara.
Pangdam XV/Pattimura menegaskan bahwa gerakan penanaman pohon sukun merupakan bagian dari upaya menghidupkan kembali program unggulan “Emas Hijau” Kodam XV/Pattimura sebagai strategi pemanfaatan potensi sumber daya alam yang dimiliki Maluku dan Maluku Utara.
Ia menginstruksikan seluruh jajaran, khususnya satuan tempur yang memiliki lahan produktif, untuk mengoptimalkan penanaman pohon sukun guna mendukung program swasembada dan ketahanan pangan nasional dalam lima tahun mendatang.
“Saya mengajak generasi muda untuk menanam sukun sebagai komoditas unggulan asal Maluku. Sukun memiliki potensi besar sebagai bahan pangan alternatif pengganti nasi atau beras,” tegas Pangdam.
Menurutnya, sukun bukan hanya memiliki nilai ekologis melalui kemampuannya menjaga keseimbangan lingkungan, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang sangat besar apabila dikelola secara berkelanjutan hingga ke tahap hilirisasi produk.
Pangdam berharap dalam kurun waktu empat hingga lima tahun mendatang, komoditas sukun asal Maluku dapat berkembang menjadi produk pangan bernilai tambah yang mampu menarik investasi serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Sukun memiliki masa depan yang sangat baik apabila kita kelola secara serius. Kita tidak hanya menanam pohonnya, tetapi juga menyiapkan ekosistem ekonomi yang akan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” ujarnya.
Lebih jauh, Mayjen TNI Dody Triwinarto kembali mengingatkan filosofi pembangunan kawasan timur Indonesia yang diwariskan oleh mantan Pangdam XV/Pattimura, almarhum Letjen TNI (Purn) Doni Monardo, yakni konsep “Tiga Emas Maluku”.
“Apabila emas hijau kita tanam, emas biru kita kelola dan manfaatkan dengan baik, maka dapat menghasilkan emas putih, yaitu kedamaian dan kesejahteraan,” ungkap Pangdam.
Konsep tersebut menggambarkan bahwa potensi daratan Maluku sebagai Emas Hijau melalui sektor pertanian dan kehutanan, serta Emas Biru melalui potensi kelautan dan perikanan, apabila dikelola secara optimal dan berkelanjutan, akan melahirkan Emas Putih berupa kedamaian, kesejahteraan sosial, dan kemakmuran masyarakat.
Filosofi tersebut, menurut Pangdam, menjadi arah pembangunan yang terus dikembangkan Kodam XV/Pattimura melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat yang berbasis potensi lokal.
Melalui sinergi pengelolaan Emas Hijau, Emas Biru, dan Emas Putih, Provinsi Maluku dan Maluku Utara diharapkan mampu tumbuh menjadi wilayah yang semakin mandiri, aman, dan sejahtera dalam menghadapi tantangan pembangunan di masa depan.
Usai menerima pengarahan Pangdam, Kapoksahli Pangdam XV/Pattimura Brigjen TNI Julius Jolly Suawa, S.Sos., bersama unsur Forkopimda dan para tamu undangan melaksanakan penanaman puluhan bibit pohon sukun di kawasan Bukit Paralayang Ambon sebagai simbol dimulainya gerakan penanaman sejuta pohon sukun di wilayah Kodam XV/Pattimura.
Gerakan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa ketahanan pangan tidak hanya dibangun melalui peningkatan produksi pangan semata, tetapi juga melalui pelestarian lingkungan hidup dan pemanfaatan potensi lokal yang berkelanjutan.
Di tengah upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045, penanaman sejuta pohon sukun menjadi simbol bahwa masa depan bangsa dapat dimulai dari menanam hari ini. Sebab dari sebutir benih yang tumbuh di tanah Maluku, diharapkan lahir ketahanan pangan, kesejahteraan masyarakat, serta perdamaian yang akan diwariskan kepada generasi mendatang.













