Ekspedisi Citatih Elpala Berhasil Berkat Dukungan Berbagai Pihak  

- Penulis

Minggu, 12 Juli 2026 - 16:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUKABUMI – indolensa.com

Kesuksesan Ekspedisi Cicatih Elpala yang menempuh perjalanan dari hulu Sungai Cimelati sampai Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat, bukan cuma soal berhasil melewati medan alam. Lebih dari itu, ekspedisi ini jadi ajang belajar yang mempertemukan semangat persaudaraan, kepedulian lingkungan, patriotisme, dan proses membentuk karakter generasi muda pencinta alam.

 

Ekspedisi yang berlangsung pada 4–10 Juli 2026 ini merupakan gagasan Rumah Elpala, wadah alumni Elpala SMA Negeri 68 Jakarta, bersama anggota aktif Elpala SMA Negeri 68 Jakarta. Kegiatan ini memadukan petualangan alam, konservasi, regenerasi organisasi pencinta alam, dan pembuatan film dokumenter yang merekam perjalanan melintasi kawasan hutan hujan tropis Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) hingga pengarungan Sungai Cicatih menuju Pelabuhan Ratu.

 

Perjalanan panjang ini tentu bukan cuma butuh fisik dan kemampuan teknis, tapi juga dukungan dari banyak pihak yang peduli pada pendidikan alam bebas, konservasi lingkungan, dan pembentukan karakter generasi muda Indonesia.

 

Para pendiri Elpala, Dar Edi Yoga dan Eka Bama Putra, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung sehingga Ekspedisi Cicatih Elpala bisa berjalan lancar dan mencapai tujuan.

 

Menurut keduanya, keberhasilan sebuah ekspedisi bukan cuma dilihat dari sampai atau tidaknya ke titik akhir, tapi juga dari proses panjang yang membentuk mental, keterampilan, tanggung jawab, dan nilai-nilai hidup para peserta.

 

“Yang paling berharga dari sebuah ekspedisi bukan hanya tujuan yang dicapai, tetapi proses yang dilalui. Di sepanjang perjalanan, para peserta belajar arti kebersamaan, saling membantu, bertanggung jawab, serta memahami bahwa alam mengajarkan banyak hal tentang kehidupan,” ujar Dar Edi Yoga, Minggu (12/7/2026).

 

Dukungan dalam ekspedisi ini datang dari organisasi pencinta alam Wanadri yang mengirimkan anggota terbaiknya dengan pengalaman panjang dalam kegiatan pengarungan sungai menggunakan perahu karet dan kano.

 

Selain memberi pendampingan teknis, Wanadri juga menyediakan dua unit perahu karet dan tiga kano untuk mendukung keselamatan serta kelancaran pengarungan Sungai Cicatih yang jadi salah satu bagian utama perjalanan.

 

Dukungan lain datang dari Boogie yang menyediakan tiga perahu karet, serta PMBC (Pickup Mini Bus Community) yang membantu mobilisasi peralatan, perahu, dan peserta selama rangkaian ekspedisi berlangsung.

 

Sedangkan Kementerian Kehutanan, memberikan dukungan lewat izin masuk ke kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Sementara, Korem Surya Kencana juga ikut memberi perhatian dan membantu kelancaran kegiatan sejak tahap persiapan sampai pelaksanaan ekspedisi.

 

Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan para pendiri Elpala kepada Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, yang mendukung terselenggaranya Ekspedisi Cicatih Elpala.

 

Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menilai kegiatan seperti Ekspedisi Cicatih Elpala punya peran penting dalam membentuk karakter generasi muda lewat pengalaman langsung di alam terbuka.

 

Menurutnya, ekspedisi bukan cuma mengasah kemampuan teknis dan jiwa kepemimpinan, tapi juga menanamkan disiplin, kerja sama, semangat pantang menyerah, kepedulian terhadap lingkungan, dan rasa cinta tanah air sebagai bagian dari nilai dasar bela negara.

 

“Kementerian Pertahanan mendukung berbagai kegiatan positif yang mampu membentuk karakter generasi muda dan menumbuhkan kesadaran bela negara melalui pengalaman nyata di lapangan. Ekspedisi seperti ini merupakan contoh kolaborasi yang baik dalam menyiapkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berkarakter, serta memiliki kepedulian terhadap bangsa, negara, dan kelestarian alam,” ujar Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait.

 

Dar Edi Yoga mengatakan, keterlibatan siswa Elpala SMA Negeri 68 Jakarta yang masih duduk di kelas XI dan XII jadi bagian penting dari tujuan ekspedisi ini.

 

“Mereka mendapatkan pengalaman yang tidak bisa diperoleh hanya melalui teori. Mereka belajar teknik kegiatan alam bebas, manajemen perjalanan, keselamatan, kerja sama tim, kepemimpinan, sekaligus memahami arti persaudaraan dan patriotisme,” katanya.

 

Menurutnya, alam jadi ruang belajar yang bisa membentuk generasi muda agar punya ketangguhan mental dan keterampilan untuk menghadapi berbagai tantangan.

 

“Mereka belajar bahwa keberhasilan tidak diraih sendiri. Ada kerja sama, kepedulian, dan rasa saling menjaga. Nilai-nilai inilah yang menjadi bekal penting bagi kehidupan mereka,” ujar Dar.

 

Sementara itu, pendiri Elpala sekaligus sutradara film dokumenter Ekspedisi Cicatih Elpala, Eka Bama Putra, mengatakan film yang dibuat dalam ekspedisi ini bukan cuma merekam keindahan alam dan perjalanan petualangan, tapi juga menangkap nilai-nilai kemanusiaan yang tumbuh selama kegiatan berlangsung.

 

“Alam adalah ruang belajar yang luar biasa. Di sana seseorang belajar menghadapi keterbatasan, mengasah keterampilan, membangun persaudaraan, serta memahami pentingnya menjaga lingkungan,” ujar Bama.

 

Ia menambahkan, kegiatan pencinta alam harus selalu dijalankan dengan persiapan matang, kemampuan yang sesuai, dan tetap mengutamakan keselamatan.

 

“Petualangan bukan sekadar keberanian untuk berangkat, tetapi bagaimana seseorang mampu bertanggung jawab terhadap dirinya, timnya, dan lingkungan yang dijelajahi,” pungkasnya.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Polres Bojonegoro Gelar Khataman Al-Qur’an, Rajut Tobat di Balik Jeruji
REHABILITASI IRIGASI CIPAMATUTAN RAMPUNG, DINAS PU KABUPATEN SUKABUMI PULIHKAN PENGAIRAN 54 HEKTARE SAWAH
SATRESNARKOBA POLRES PELABUHAN TANJUNG PERAK UNGKAP PEREDARAN SABU 95,44 GRAM DI SURABAYA
Pengacara Peci Merah dampingi Endang Sutisna(Bray) Adukan Dugaan Pelanggaran SOP Dan Adminitrasi Polsek Johar Baru ke bareskrim polri Jakarta — Kuasa hukum Endang Sutisna, Sapto Wibowo peci merah, mendatangi Bareskrim Polri untuk mengadukan dugaan pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) dan administrasi dalam penanganan perkara di Polsek Metro Johar Baru, Jakarta Pusat.
Kunjungan Perdana, Kapolres Pasuruan AKBP Irawan Setyono Silaturahmi ke Kediaman Gus Romy Syib
Kusnali Tegaskan Kesetaraan di Rutan Surabaya: Hak Dipenuhi, Aturan Tetap Ditegakkan
AA PUTRAWAN, SH.MH. SAMBUT KAPOLDA JATIM BARU: MOMENTUM BARU, PERANG NARKOTIKA TAK BOLEH KENDOR!!
HUT TNI KE-81, KASAT NARKOBA POLRES TANJUNG PERAK: TNI KUAT BERSAMA RAKYAT, INDONESIA MAJU

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:25 WIB

Polres Bojonegoro Gelar Khataman Al-Qur’an, Rajut Tobat di Balik Jeruji

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:51 WIB

REHABILITASI IRIGASI CIPAMATUTAN RAMPUNG, DINAS PU KABUPATEN SUKABUMI PULIHKAN PENGAIRAN 54 HEKTARE SAWAH

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:49 WIB

SATRESNARKOBA POLRES PELABUHAN TANJUNG PERAK UNGKAP PEREDARAN SABU 95,44 GRAM DI SURABAYA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:35 WIB

Pengacara Peci Merah dampingi Endang Sutisna(Bray) Adukan Dugaan Pelanggaran SOP Dan Adminitrasi Polsek Johar Baru ke bareskrim polri Jakarta — Kuasa hukum Endang Sutisna, Sapto Wibowo peci merah, mendatangi Bareskrim Polri untuk mengadukan dugaan pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) dan administrasi dalam penanganan perkara di Polsek Metro Johar Baru, Jakarta Pusat.

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:12 WIB

Kunjungan Perdana, Kapolres Pasuruan AKBP Irawan Setyono Silaturahmi ke Kediaman Gus Romy Syib

Berita Terbaru