DPRD Maluku Dorong Penguatan Bandara Mathilda Batlayeri, Anos Yeremias: Kunci Konektivitas dan Masa Depan Ekonomi Maluku

- Penulis

Selasa, 7 Juli 2026 - 12:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ambon, Indolensa – Anggota DPRD Provinsi Maluku, Anos Yeremias, menilai pengembangan Bandara Mathilda Batlayeri di Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), merupakan salah satu investasi strategis yang akan menentukan masa depan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi Maluku sebagai daerah kepulauan.

Hal tersebut disampaikan Anos saat ditemui media di Kantor DPRD Provinsi Maluku, Selasa (7/7/2026).

Menurutnya, pembangunan infrastruktur transportasi tidak hanya berorientasi pada penyediaan fasilitas fisik, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang yang mampu mempercepat pemerataan pembangunan, meningkatkan mobilitas masyarakat, serta memperkuat daya saing daerah.

“Pengembangan Bandara Mathilda Batlayeri merupakan langkah strategis yang patut diapresiasi karena akan membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi Maluku, khususnya wilayah selatan,” ujarnya.

Anos menjelaskan, komitmen pemerintah terhadap pengembangan bandara tersebut telah dimulai sejak 2018 melalui proyek perpanjangan landasan pacu (runway) yang saat itu ditargetkan mencapai 2.000 meter. Pengembangan terus berlanjut hingga saat ini dengan panjang runway sekitar 2.300 meter sehingga kemampuan operasional bandara semakin meningkat dan dapat melayani pesawat berukuran lebih besar.

Menurutnya, peningkatan kapasitas tersebut menjadi fondasi penting dalam memperkuat konektivitas antarwilayah, terutama bagi Provinsi Maluku yang memiliki karakteristik geografis sebagai daerah kepulauan.

“Bagi Maluku, bandara bukan hanya pintu masuk penumpang, tetapi juga jalur strategis distribusi logistik, pelayanan kesehatan, akses pendidikan, pengembangan sektor pariwisata, hingga mendorong masuknya investasi,” katanya.

Ia menambahkan, pengembangan infrastruktur tidak boleh berhenti pada perpanjangan landasan pacu semata. Pemerintah juga perlu meningkatkan kualitas terminal penumpang, fasilitas navigasi penerbangan, pelayanan bandara, serta membuka rute-rute penerbangan baru menuju berbagai kota strategis di Indonesia.

Dengan penguatan tersebut, manfaat pembangunan diyakini akan lebih dirasakan masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing Kabupaten Kepulauan Tanimbar sebagai salah satu gerbang kawasan timur Indonesia.

Anos juga menilai keberadaan Bandara Mathilda Batlayeri memiliki posisi penting dalam mendukung berbagai proyek strategis nasional, termasuk pengembangan Proyek Gas Abadi Blok Masela.

Menurutnya, infrastruktur transportasi udara yang memadai akan memperlancar mobilitas tenaga kerja, investor, maupun distribusi logistik yang dibutuhkan selama proses pembangunan proyek migas tersebut.

“Pengembangan bandara akan memberikan dampak positif, bukan hanya bagi Kabupaten Kepulauan Tanimbar, tetapi juga Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku, bahkan Indonesia secara keseluruhan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus dipandang sebagai investasi jangka panjang yang akan menentukan masa depan pembangunan daerah.

“Semakin baik konektivitas yang dibangun, semakin besar pula peluang pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Pengembangan Bandara Mathilda Batlayeri menjadi salah satu proyek infrastruktur yang memiliki nilai strategis bagi Maluku sebagai provinsi kepulauan. Peningkatan kapasitas bandara tidak hanya berdampak pada sektor transportasi, tetapi juga berpotensi mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan arus barang, jasa, investasi, dan mobilitas masyarakat.

Momentum percepatan pembangunan Proyek Gas Abadi Blok Masela semakin memperkuat pentingnya keberadaan infrastruktur pendukung yang memadai. Bandara dengan fasilitas yang lebih lengkap akan menjadi simpul utama mobilitas tenaga kerja, pelaku usaha, hingga investor yang terlibat dalam proyek tersebut.

Namun demikian, pengembangan fisik perlu diiringi dengan peningkatan kualitas pelayanan, pembukaan jaringan penerbangan baru, serta integrasi dengan infrastruktur darat dan laut. Dengan pendekatan tersebut, Bandara Mathilda Batlayeri berpotensi berkembang tidak hanya sebagai pintu gerbang Kabupaten Kepulauan Tanimbar, tetapi juga sebagai salah satu simpul konektivitas utama di kawasan timur Indonesia.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Dihadiri Ketua Puskominfo Jatim, Rumah Rehab Compok Bersinar Bangkalan Gelar Tasyakuran dan Komitmen Berantas Narkoba
CSR 2026, Socfindo Kebun Seunagan Salurkan Beasiswa kepada 100 Orang
Jaga Kebugaran, Warga Binaan Rutan Kelas I Surabaya Antusias Ikuti Senam Aerobik Rutin
Polres Bojonegoro Gelar Khataman Al-Qur’an, Rajut Tobat di Balik Jeruji
REHABILITASI IRIGASI CIPAMATUTAN RAMPUNG, DINAS PU KABUPATEN SUKABUMI PULIHKAN PENGAIRAN 54 HEKTARE SAWAH
Kapolres Nagan Raya Temu Ramah dengan Tokoh Masyarakat Beutong, Perkuat Silaturahmi dan Sinergitas
Kapolres Nagan Raya Gelar Bakti Sosial dan Pelayanan Kesehatan Gratis bagi Masyarakat Beutong
SOLIDARITAS KELUARGA BESAR ASMIPA, ASMIPA PEDULI SALURKAN DONASI UNTUK MAS FAIZ

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 20:48 WIB

Dihadiri Ketua Puskominfo Jatim, Rumah Rehab Compok Bersinar Bangkalan Gelar Tasyakuran dan Komitmen Berantas Narkoba

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:57 WIB

CSR 2026, Socfindo Kebun Seunagan Salurkan Beasiswa kepada 100 Orang

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:56 WIB

Jaga Kebugaran, Warga Binaan Rutan Kelas I Surabaya Antusias Ikuti Senam Aerobik Rutin

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:51 WIB

REHABILITASI IRIGASI CIPAMATUTAN RAMPUNG, DINAS PU KABUPATEN SUKABUMI PULIHKAN PENGAIRAN 54 HEKTARE SAWAH

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:34 WIB

Kapolres Nagan Raya Temu Ramah dengan Tokoh Masyarakat Beutong, Perkuat Silaturahmi dan Sinergitas

Berita Terbaru