Tanimbar, Indolensa – Tahapan persiapan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela terus dipercepat. Pekerjaan pembersihan lahan (land clearing) di kawasan shelter Desa Lermatang, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, mulai dilakukan secara intensif menggunakan alat berat berupa ekskavator, Senin (6/7/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan unsur TNI, pemerintah daerah, instansi teknis, serta masyarakat setempat sebagai bagian dari percepatan penyiapan lokasi menjelang pelaksanaan groundbreaking proyek yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.
Kapendam XV/Pattimura, Letkol Inf Adi Swastika, mengatakan seluruh pekerjaan difokuskan agar lokasi siap digunakan sesuai rencana. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam memastikan seluruh tahapan berjalan tepat waktu.
“Persiapan ini merupakan langkah penting agar seluruh fasilitas pendukung siap sebelum pelaksanaan peletakan batu pertama. Sinergi antara TNI, pemerintah, instansi terkait, dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam mempercepat seluruh proses persiapan,” ujarnya.
Di kawasan shelter tersebut, pemerintah juga tengah menyiapkan sejumlah fasilitas utama, di antaranya satu helipad utama VVIP, dua helipad cadangan, serta area tenda VVIP yang akan digunakan saat pelaksanaan seremoni groundbreaking.
Menurut Adi Swastika, seluruh fasilitas itu disiapkan secara matang guna menjamin kelancaran pelaksanaan kegiatan yang akan dihadiri para pejabat pemerintah dan tamu undangan.
“Persiapan fasilitas ini sedang kita kerjakan secara menyeluruh agar pelaksanaan groundbreaking Blok Masela berjalan lancar, aman, dan sesuai rencana. Kehadiran proyek strategis nasional ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam mempercepat pembangunan di Maluku, khususnya Kepulauan Tanimbar,” katanya.
Ia berharap seluruh tahapan dapat diselesaikan tanpa kendala sehingga proyek energi berskala nasional tersebut segera memasuki tahap konstruksi.
Selain mendukung agenda seremoni, helipad yang dibangun nantinya juga diproyeksikan menjadi infrastruktur penting bagi operasional proyek. Fasilitas tersebut akan digunakan untuk mendukung mobilitas pejabat negara, tenaga ahli, distribusi logistik dan peralatan strategis, hingga kebutuhan pengawasan lapangan serta penanganan keadaan darurat.
Keberadaan fasilitas pendukung itu dinilai akan memperkuat aksesibilitas menuju kawasan proyek yang berada di wilayah kepulauan dengan tantangan geografis tersendiri.
Di sisi lain, percepatan persiapan ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam merealisasikan investasi strategis di sektor energi nasional. Blok Masela selama ini dipandang sebagai salah satu proyek gas alam terbesar di Indonesia yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan timur Indonesia.
Masyarakat Desa Lermatang pun menyambut positif dimulainya pekerjaan tersebut. Warga menyatakan siap mendukung seluruh tahapan pembangunan dengan harapan proyek ini dapat membuka lapangan pekerjaan baru, meningkatkan aktivitas ekonomi lokal, serta mempercepat pembangunan infrastruktur di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Dengan proses persiapan yang terus berjalan, pemerintah optimistis pelaksanaan groundbreaking dapat berlangsung sesuai jadwal, menjadi penanda dimulainya pembangunan proyek yang diharapkan memberi dampak ekonomi jangka panjang bagi Maluku sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.












