Ambon, Indolensa – Tribun Lapangan Merdeka Ambon berubah menjadi lautan biru-putih pada Sabtu (4/7/2026) pagi. Ribuan warga memadati kawasan tersebut untuk mengikuti nonton bareng (nobar) babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina melawan Tanjung Verde (Cape Verde), yang juga dihadiri Wakil Kepala Staf Kodam (Kasdam) XV/Pattimura Brigjen TNI Wawan Pujiatmoko, Danrem 151/Binaiya Brigjen TNI Rafles Manurung, S.I.P., Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, S.H., LL.M., serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Momentum olahraga dunia itu tidak hanya menjadi ajang menyaksikan pertandingan sepak bola, tetapi juga menghadirkan ruang kebersamaan yang mempertemukan pemerintah daerah, TNI-Polri, dan masyarakat dalam suasana penuh keakraban.
Kasdam XV/Pattimura tampak mengenakan jersey khas Tim Nasional Argentina berwarna biru-putih, membaur bersama masyarakat menikmati jalannya pertandingan hingga peluit akhir dibunyikan.
Sejak pertandingan dimulai, antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi. Sorak-sorai penonton beberapa kali menggema ketika kedua tim saling melancarkan serangan. Atmosfer semakin memanas ketika Argentina berhasil membuka keunggulan melalui Lionel Messi pada menit ke-29.
Namun kegembiraan pendukung La Albiceleste sempat meredup setelah Tanjung Verde mampu menyamakan kedudukan lewat Deroy Duarte pada menit ke-59. Skor imbang 1-1 bertahan hingga waktu normal berakhir dan memaksa pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan waktu (extra time).
Di babak tersebut, Argentina kembali menunjukkan mental juara. Lisandro Martinez membawa Argentina unggul pada menit ke-92 sebelum Sidny Lopes Cabral kembali membuat Tanjung Verde menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit ke-103.
Ketegangan baru berakhir ketika gol bunuh diri Diney Borges pada menit ke-111 memastikan kemenangan Argentina 3-2 sekaligus mengantarkan juara dunia itu melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Begitu wasit meniup peluit panjang, Lapangan Merdeka langsung bergemuruh.
Teriakan “Vamos Argentina!” bersahut-sahutan dari ribuan pendukung yang sejak awal pertandingan memadati tribun. Bendera Argentina dikibarkan tinggi, sementara tepuk tangan dan sorakan kemenangan memenuhi pusat Kota Ambon.
Usai nobar, euforia tidak berhenti di lokasi kegiatan.
Ratusan hingga ribuan pendukung Argentina kemudian melakukan konvoi kendaraan mengelilingi sejumlah ruas jalan utama Kota Ambon. Iring-iringan sepeda motor dan mobil bergerak perlahan dengan pengawalan aparat keamanan.
Para peserta konvoi mengenakan jersey biru-putih Timnas Argentina, mengibarkan bendera kebanggaan mereka, serta terus membunyikan klakson sebagai bentuk perayaan kemenangan dramatis La Albiceleste.
Sepanjang perjalanan, yel-yel “Vamos!” berkumandang hampir tanpa henti. Masyarakat yang berada di sepanjang jalan turut memberikan respons dengan melambaikan tangan maupun mengabadikan momen tersebut menggunakan telepon genggam.
Kehadiran unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, dan Forkopimda dalam kegiatan nobar dinilai menjadi simbol kuatnya sinergi dalam membangun ruang kebersamaan di tengah masyarakat.
Selain menghadirkan hiburan, kegiatan tersebut juga menjadi media komunikasi sosial yang mempererat hubungan antarlembaga dan masyarakat dalam suasana yang santai namun tetap kondusif.
Dalam kesempatan itu, semangat sportivitas yang ditunjukkan dalam ajang Piala Dunia diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat Maluku untuk terus menjaga persatuan, memperkuat toleransi, serta membangun solidaritas sosial.
Momentum kebersamaan tersebut juga sejalan dengan ajakan Gubernur Maluku agar Piala Dunia tidak hanya menjadi tontonan, tetapi menjadi perekat persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Maluku.
Selama rangkaian kegiatan berlangsung, situasi keamanan tetap terjaga. Personel TNI-Polri bersama unsur terkait melakukan pengamanan sehingga seluruh rangkaian nobar hingga konvoi berlangsung tertib dan lancar.
Nonton bareng yang digelar di Lapangan Merdeka Ambon memperlihatkan bagaimana olahraga mampu menjadi instrumen pemersatu berbagai elemen masyarakat.
Di tengah dinamika sosial dan beragam aktivitas pemerintahan, kehadiran pimpinan daerah bersama jajaran TNI-Polri di tengah masyarakat menunjukkan pendekatan humanis yang membangun kedekatan tanpa sekat formal.
Kegiatan semacam ini memiliki nilai lebih dibanding sekadar menyaksikan pertandingan sepak bola. Ia menjadi ruang interaksi sosial, memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus membangun kepercayaan publik melalui kebersamaan dalam suasana yang santai.
Di sisi lain, euforia kemenangan Argentina yang dirayakan melalui konvoi menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap olahraga. Namun, perayaan seperti ini juga menjadi pengingat pentingnya menjaga ketertiban umum agar kegembiraan tidak mengganggu pengguna jalan maupun membahayakan keselamatan.
Bagi Maluku, pelaksanaan nobar yang berlangsung aman, tertib, dan penuh kebersamaan menjadi contoh bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat mampu menciptakan ruang publik yang positif. Semangat sportivitas yang lahir dari sepak bola pun dapat diterjemahkan menjadi semangat menjaga persatuan, memperkuat sinergi, dan bersama-sama menciptakan situasi keamanan yang kondusif bagi pembangunan daerah.












