Ambon, Indolensa – Semangat kolaborasi lintas institusi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat mewarnai penyelenggaraan Pasar Rakyat Hari Bhayangkara 2026 yang digelar Polda Maluku di Lapangan Upacara Polda Maluku Letkol Pol (Purn) M. Tahapary, Tantui, Kota Ambon, Minggu (28/6/2026).
Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IX turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut melalui kehadiran Sahli F Binpotnaskuatmar Poksahli Kodaeral IX, Letkol Laut (KH/W) Agustina Novita Hehakaja, yang mewakili Komandan Kodaeral IX, Laksda TNI Hanarko Djodi Pamungkas.
Pasar Rakyat menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Bhayangkara 2026 yang tidak hanya bertujuan mempererat sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Maluku.
Berbagai produk unggulan lokal dipamerkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari kuliner khas, kerajinan tangan, hingga hasil usaha masyarakat. Kehadiran ratusan pengunjung memberikan ruang promosi sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi para pelaku usaha lokal.
Selain menjadi ajang transaksi ekonomi, Pasar Rakyat juga menjadi ruang interaksi antara aparat negara dan masyarakat dalam suasana yang hangat dan penuh kebersamaan. Antusiasme masyarakat terlihat sejak awal kegiatan dengan mengunjungi stan-stan pameran serta mengikuti berbagai aktivitas yang diselenggarakan panitia.
Acara tersebut dihadiri Kapolda Maluku beserta jajaran Pejabat Utama Polda Maluku, perwakilan Pengadilan Tinggi Maluku, Lanud Pattimura, unsur Forkopimda, serta sekitar 200 peserta dari berbagai kalangan.
Partisipasi Kodaeral IX dalam kegiatan tersebut menjadi wujud komitmen TNI Angkatan Laut untuk terus memperkuat soliditas bersama Polri dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung pembangunan daerah yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Momentum Hari Bhayangkara dimanfaatkan tidak hanya sebagai peringatan institusional, tetapi juga sebagai ruang memperkuat kolaborasi antarlembaga dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui dukungan terhadap produk-produk lokal yang menjadi kekuatan ekonomi Maluku.
Pasar Rakyat dalam rangka Hari Bhayangkara menunjukkan bahwa pembangunan keamanan dan pembangunan ekonomi merupakan dua aspek yang saling berkaitan. Stabilitas keamanan yang terjaga akan menciptakan ruang tumbuh bagi aktivitas ekonomi, sementara ekonomi masyarakat yang berkembang turut memperkuat stabilitas sosial.
Kehadiran TNI AL bersama Polri dalam kegiatan yang berorientasi pada pemberdayaan UMKM memperlihatkan semakin luasnya bentuk sinergi antarlembaga negara. Kolaborasi tidak lagi terbatas pada aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga diarahkan untuk mendukung program pembangunan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Bagi pelaku UMKM, kegiatan seperti Pasar Rakyat memiliki nilai strategis sebagai sarana promosi, perluasan jaringan pemasaran, sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk lokal. Di sisi lain, masyarakat memperoleh akses terhadap berbagai produk unggulan daerah yang berpotensi menjadi penggerak ekonomi lokal.
Melalui pendekatan kolaboratif seperti ini, Hari Bhayangkara tidak hanya dimaknai sebagai peringatan lahirnya institusi Polri, tetapi juga menjadi momentum memperkuat persatuan, membangun sinergi lintas sektor, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Kehadiran TNI AL, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam satu ruang yang sama menjadi cerminan semangat gotong royong dalam mendukung pembangunan Maluku yang aman, maju, dan sejahtera.











