PBVSI Maluku Fokus Bangun SDM dan Kompetisi, Alimudin Kolatlena: Saatnya Kembalikan Kejayaan Bola Voli Maluku

- Penulis

Jumat, 26 Juni 2026 - 19:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ambon, Indolensa – Pengurus Provinsi Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Maluku menegaskan komitmennya membangun kembali kejayaan bola voli Maluku melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), penyelenggaraan kompetisi berjenjang, serta pembinaan atlet secara berkelanjutan.

Komitmen tersebut disampaikan Ketua Umum Pengprov PBVSI Maluku, Alimudin Kolatlena, usai pembukaan Kursus Pelatih dan Wasit Bola Voli Indoor Tingkat Daerah Provinsi Maluku di Wisma Gonzalo, Ambon, Jumat (26/6/2026).

Menurut Alimudin, peningkatan prestasi olahraga tidak mungkin terwujud tanpa didukung kualitas pelatih dan wasit yang profesional.

“Prestasi olahraga tidak akan bisa tercapai apabila kualitas sumber daya manusia, terutama pelatih dan wasit, tidak ditingkatkan. Karena itu hari ini PBVSI Provinsi Maluku melaksanakan kursus pelatih dan wasit tingkat daerah sebagai bagian dari peningkatan kualitas SDM,” ujarnya.

Ia menjelaskan, setelah pelatih dan wasit memiliki kompetensi yang lebih baik, mereka akan menjadi ujung tombak pembinaan atlet di masing-masing kabupaten dan kota.

“Kalau kualitas pelatih dan wasit meningkat, maka tanggung jawab berikutnya adalah mengembangkan potensi atlet di daerah masing-masing. Dari situlah pembinaan prestasi dimulai,” katanya.

Alimudin mengungkapkan, setelah pelaksanaan kursus tingkat daerah, PBVSI Maluku akan melanjutkan program dengan menggelar Kursus Pelatih Nasional di Ambon.

Selanjutnya, organisasi akan memfokuskan diri pada penyelenggaraan berbagai turnamen kelompok umur sebagai wadah pembinaan atlet muda.

“Setelah kursus selesai, kami akan fokus melaksanakan turnamen usia dini, mulai kelompok umur 17 tahun, 18 tahun, 19 tahun hingga 22 tahun. Dari turnamen itu akan lahir atlet-atlet potensial yang kemudian dibina secara rutin dan berkelanjutan,” jelasnya.

Menurutnya, ada dua faktor utama yang harus dibangun apabila Maluku ingin kembali menjadi kekuatan bola voli nasional.

“Yang pertama adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia. Yang kedua, turnamen harus dilakukan secara intensif. Dari kompetisi itulah kita bisa menemukan bibit-bibit atlet terbaik untuk kemudian dibina secara serius,” tegasnya.

Alimudin mengakui Maluku memiliki sejarah panjang dalam dunia bola voli nasional. Bahkan, sejumlah atlet asal Maluku pernah tampil pada Pekan Olahraga Nasional (PON) hingga level internasional.

“Maluku memiliki sejarah kejayaan bola voli. Kita pernah tampil di PON, bahkan memiliki nama-nama besar yang mewarnai bola voli nasional dan internasional. Sebagian dari mereka sampai hari ini masih aktif mengabdi di Pengurus Pusat PBVSI,” katanya.

Karena itu, menurutnya, kejayaan tersebut bukan sesuatu yang mustahil untuk diraih kembali apabila pembinaan dilakukan secara serius dan profesional.

Ia menegaskan proses seleksi atlet harus bebas dari praktik kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN).

“Kita ingin pembinaan dilakukan secara profesional. Seleksi atlet harus berdasarkan kemampuan, bakat, kecintaan terhadap bola voli, serta memenuhi standar fisik. Jangan ada ruang bagi praktik KKN karena itu justru menghambat lahirnya atlet-atlet terbaik,” ujarnya.

Selain itu, para atlet yang telah terseleksi harus mendapatkan program latihan yang terukur dan berkesinambungan.

Alimudin menegaskan kepengurusan PBVSI Maluku memiliki mimpi besar mengembalikan Maluku ke pentas Pekan Olahraga Nasional (PON).

“Kami ingin kembali membawa Maluku tampil di PON pada tahun-tahun mendatang. Karena itu seluruh program yang kami susun diarahkan untuk mencapai target tersebut,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini mendukung pembinaan bola voli di Maluku, mulai dari PP PBVSI, Pemerintah Provinsi Maluku, pemerintah kabupaten/kota, KONI Maluku hingga seluruh jajaran pengurus PBVSI.

“Kalau ingin maju, kita tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada sinergi dan kolaborasi dari semua pihak,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Pengprov PBVSI Maluku, Ilvis, menegaskan kepengurusan yang baru memasuki tahun pertama tidak akan berhenti pada penyelenggaraan kursus pelatih dan wasit.

Menurutnya, berbagai program pembinaan telah disusun untuk empat tahun ke depan.

“Kepengurusan kami baru memasuki tahun pertama. Kami akan terus bergerak melakukan pembinaan sesuai arahan Ketua Umum agar target-target organisasi dapat tercapai,” katanya.

Ia mengatakan Maluku pernah menjadi tuan rumah kejuaraan bola voli nasional dan mampu bersaing dengan provinsi lain.

Karena itu, ia optimistis prestasi tersebut dapat kembali diwujudkan melalui pembinaan yang terencana.

“Harapan kami, di bawah kepemimpinan Pak Alimudin, Maluku bisa kembali lolos Pra-PON hingga tampil di PON. Itu menjadi target bersama yang akan terus kami perjuangkan,” ujarnya.

Pernyataan Ketua Umum PBVSI Maluku menunjukkan perubahan paradigma pembinaan olahraga yang tidak lagi berorientasi pada hasil instan, tetapi membangun fondasi prestasi melalui peningkatan kualitas SDM, kompetisi berjenjang, dan tata kelola organisasi yang profesional.

Fokus pada peningkatan kapasitas pelatih dan wasit merupakan langkah strategis karena kualitas atlet sangat dipengaruhi oleh kompetensi pembinanya. Di sisi lain, komitmen untuk menggelar kompetisi kelompok umur secara rutin akan memperluas ruang pencarian bibit atlet berbakat di seluruh kabupaten dan kota.

Yang menarik, PBVSI Maluku juga secara terbuka menyoroti pentingnya seleksi atlet yang bebas dari praktik KKN. Pesan tersebut menjadi sinyal bahwa pembinaan olahraga ke depan harus mengedepankan meritokrasi sehingga setiap atlet memiliki kesempatan yang sama berdasarkan kemampuan, bukan kedekatan.

Apabila seluruh program tersebut dijalankan secara konsisten dengan dukungan pemerintah, KONI, kabupaten/kota, serta stakeholder olahraga lainnya, peluang Maluku untuk kembali melahirkan atlet bola voli nasional bahkan kembali tampil di PON bukan sekadar harapan, melainkan target yang realistis untuk diwujudkan.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Anggaran Proyek Jalan Rp23,78 Miliar Diklaim Cair 100 Persen, LSM Baladaya Lapor Bareskrim dan Kejagung
Polres Bojonegoro Gelar Khataman Al-Qur’an, Rajut Tobat di Balik Jeruji
REHABILITASI IRIGASI CIPAMATUTAN RAMPUNG, DINAS PU KABUPATEN SUKABUMI PULIHKAN PENGAIRAN 54 HEKTARE SAWAH
Kapolres Nagan Raya Temu Ramah dengan Tokoh Masyarakat Beutong, Perkuat Silaturahmi dan Sinergitas
Kapolres Nagan Raya Gelar Bakti Sosial dan Pelayanan Kesehatan Gratis bagi Masyarakat Beutong
SOLIDARITAS KELUARGA BESAR ASMIPA, ASMIPA PEDULI SALURKAN DONASI UNTUK MAS FAIZ
BB 2,89 Gram, Satresnarkoba Polres Nagan Raya Amankan Seorang Terduga Pelaku Penyalahgunaan Sabu
SATRESNARKOBA POLRES PELABUHAN TANJUNG PERAK UNGKAP PEREDARAN SABU 95,44 GRAM DI SURABAYA

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:42 WIB

Anggaran Proyek Jalan Rp23,78 Miliar Diklaim Cair 100 Persen, LSM Baladaya Lapor Bareskrim dan Kejagung

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:25 WIB

Polres Bojonegoro Gelar Khataman Al-Qur’an, Rajut Tobat di Balik Jeruji

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:51 WIB

REHABILITASI IRIGASI CIPAMATUTAN RAMPUNG, DINAS PU KABUPATEN SUKABUMI PULIHKAN PENGAIRAN 54 HEKTARE SAWAH

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:29 WIB

Kapolres Nagan Raya Gelar Bakti Sosial dan Pelayanan Kesehatan Gratis bagi Masyarakat Beutong

Kamis, 8 Oktober 2026 - 22:49 WIB

SOLIDARITAS KELUARGA BESAR ASMIPA, ASMIPA PEDULI SALURKAN DONASI UNTUK MAS FAIZ

Berita Terbaru