Ambon, Indolensa – Prajurit Satuan Kapal Patroli (Satrol) Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX mengikuti latihan penanganan kebakaran di kapal perang dalam rangka penilaian Drill Peran Kebakaran (PEK) pada Bulan Profesi TNI Angkatan Laut Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di atas KRI Posepa-870 yang tengah sandar di Dermaga Irian Kodaeral IX, Halong, Kota Ambon, Maluku, Rabu (24/6/2026).
Latihan ini merupakan bagian dari program pembinaan profesionalisme prajurit TNI AL sekaligus upaya meningkatkan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi situasi darurat kebakaran di lingkungan kapal perang.
Perwira Pelaksana Latihan (Palaklat), Letkol Laut (P) Eko Hadi, yang juga menjabat sebagai Komandan KRI Dorang-874 Satrol Kodaeral IX, mengatakan bahwa seluruh peserta dituntut memahami serta menguasai prosedur penanggulangan kebakaran secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.
“Dalam latihan ini, prajurit harus mampu melaksanakan tindakan penanggulangan kebakaran sesuai prosedur yang berlaku, mulai dari deteksi awal hingga upaya pemadaman dan pengendalian situasi secara terpadu,” ujarnya.
Menurutnya, sejumlah aspek menjadi fokus penilaian, antara lain kesiapan personel, penggunaan alat pemadam kebakaran, teknik pemadaman api, serta koordinasi antarbagian dalam menghadapi kondisi darurat di atas kapal.
Latihan tersebut dirancang untuk menguji kemampuan individu maupun kerja sama tim dalam merespons ancaman kebakaran yang sewaktu-waktu dapat terjadi selama pelaksanaan tugas operasi di laut.
Sementara itu, Komandan Kodaeral IX Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan keterampilan dan kesiapsiagaan prajurit dalam menghadapi berbagai potensi bahaya di lingkungan kapal perang.
Menurutnya, kemampuan penanggulangan kebakaran merupakan salah satu kompetensi dasar yang wajib dimiliki setiap prajurit TNI Angkatan Laut guna menjamin keselamatan personel, alutsista, dan keberhasilan pelaksanaan tugas operasi.
“Melalui latihan ini diharapkan seluruh prajurit Satrol Kodaeral IX semakin terampil, sigap, dan profesional dalam menangani situasi darurat, sehingga mampu menjaga keselamatan personel maupun material kapal perang,” tegasnya.
Kegiatan penilaian Drill Peran Kebakaran menjadi bagian penting dalam pembinaan kemampuan tempur dan profesionalisme prajurit TNI Angkatan Laut. Selain meningkatkan kesiapsiagaan, latihan tersebut juga bertujuan membangun budaya keselamatan kerja serta memperkuat kemampuan respons cepat terhadap berbagai kondisi darurat di laut.
Dengan latihan yang dilaksanakan secara berkala dan terukur, Kodaeral IX terus berkomitmen menjaga kesiapan operasional satuan sekaligus memastikan setiap prajurit memiliki kemampuan yang andal dalam mendukung tugas pokok TNI Angkatan Laut menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah perairan Indonesia.











