Satlantas Polrestabes Surabaya Amankan 110 Sepeda Motor, Ini Alasannya

IndoLensa, Surabaya – Dalam rangkaian Operasi Zebra, Minggu (17/9) personel gabungan Polri, TNI, dan relawan mengamankan 110 sepeda motor yang digunakan untuk kebut-kebutan di jalanan Kota Surabaya, Jawa Timur pada Sabtu malam (16/9/2023).

“Kami merespon laporan warga tentang banyaknya kebut-kebutan di jalan dan pekan lalu ada kecelakaan lalu lintas di Jalan Diponegoro yang terjadi karena kebut-kebutan. Seorang pemuda berusia 17 tahun meninggal dunia,” kata AKBP Arif Fazlurrahman Kasat Lantas Polrestabes Surabaya.

Bacaan Lainnya

Dia menjelaskan, aksi kebut-kebutan yang mayoritas pelakunya pemuda ini berbeda dengan balap liar. Kalau balap liar ada yang berperan sebagai wasit, juri, dan timer. Sedangkan mereka menggeber motornya dalam kecepatan tinggi dan saling menyalip saat Traffic Light hijau dan menghentikan laju motornya saat lampu merah.

“Kami mempertimbangkan keselamatan petugas dan pengendara itu sendiri, jadi baru kami hentikan saat mereka berhenti di lampu merah. Di Ahmad Yani kami pantau dari sisi Frontage timur sampai simpang tiga KFC,” ujarnya.

Menurut Arif, para pengebut ini menyaru di antara pengendara lainnya. Tidak kelihatan dan tidak mengaku. Namun, petugas sudah paham dengan ciri-ciri mereka.

“Kelompok pemuda ‘herex’ ini tersegmentasi di usia 15-17 tahun. Identik dengan sepeda motor protolan, spion dan knalpot diganti, surat-surat tidak lengkap, tidak ada plat nomor, dan tidak punya SIM,” kata Arif.

Para pelaku yang semuanya laki-laki dan sebagian besar warga Surabaya ini lantas diangkut menggunakan truk Pengendali Massa (Dalmas) ke Mapolrestabes Surabaya. Sementara, kendaraan roda dua yang tidak sesuai spesifikasi teknis (spektek) dibawa menggunakan truk untuk kemudian dilakukan penindakan pelanggaran.

banner banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *