RW 04 Tanah Merah Menggelar Bersih – Bersih Desa dan Pagelaran Wayang Kulit

SURABAYA,IndoLensa.com – RW 4 Tanah Merah, Kel. Tanah Kali Kedinding, Kec. Kenjeran menggelar acara sedekah bumi atau sering disebut dengan slametan atau upacara adat jawa sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas rizki yang diberikan.

Hadir dalam acara tersebut, RT 01 sampai RT 30 berserta jajaran, Tokoh Masyarakat, ketua LPMK, lurahan,camat, Babinsa, ibu-ibu PKK dan warga RW 04 Tanah Merah kelurahan Tanah Kali Kedinding Surabaya, terlebih hadir juga Anggota DPRD Surabaya, Komisi B Fraksi Golkar.
Sabtu,( 22/07/23).

Bacaan Lainnya

Kegiatan dilaksanakan jalan Raya Tanah Merah (depan Gapura Tanah merah gang 1 Surabaya), kegiatan bersih desa atau sedekah bumi, tari Remo, kemudian dilanjutkan dengan doa, suroan dan hiburan campur sari serta pagelaran wayang kulit dengan Ki. Surono Gondo Taruno dari Balong bendo Sidoarjo.

Dalam sambutannya, ketua panitia yang juga Wakil RW 04, Sutopo mengatakan, di Indonesia dikenal memiliki berbagai macam suku adat, tradisi dan budaya masing-masing. Meskipun begitu, masyarakatnya mampu hidup secara berdampingan, rukun, damai serta gotong royong.

“Kita melaksanakan bersih desa, dimana kegiatan ini diisi dengan doa bersama serta nguri nguri budaya. Ini kita lakukan, sebagai salah satu bentuk syukur nikmat yang diberikan oleh sang pencipta. Semoga, kedepannya, kampung kita ini semakin maju, sejahtera, damai,”katanya.

Anggoro Lurah Tanah kali Kedinding, di wakili Eko serkertaris kelurahan
Sementara, Sutikno Ketua RW 04 mengatakan, kegiatan ini berlangsung selama 2 (dua) hari, kegiatan sedekah bumi ini diharapkan dapat terus dilaksanakan setiap tahunnya,Hal itu dilakukan agar, tradisi dan keragaman budaya bisa dikenal dan diwariskan kepada para generasi penerus.

“Tujuan utamanya adalah nguri nguri Budoyo, sekaligus sedekah bumi dengan melaksanakan doa bersama. Allhamdulillah, kegiatan ini berjalan dengan lancar dan semoga tanah merah ini semakin guyup dan semakin maju sejahtera,”kata Sutikno.

Sutikno menambahkan bahwa Suksesnya agenda bersih desa ini tak lepas dari kerja sama panitia, mulai unsur tokoh masyarakat, LPMK, RT/RW, dan para donatur yang sebelumnya merancang agenda bersih desa atau sedekah bumi ini. Antusiasme warga RW 04 tanah merah dalam memeriahkan agenda bersih desa sangat tinggi.

“Terima kasih untuk panitia dan warga tanah merah sehingga agenda bersih desa atau sedekah bumi berjalan lancar,” jelas Sutikno.

Terlebih, Lembah Setyowati Bahtiar
Anggota DPRD Kota Surabaya Komisi B, Fraksi Golkar juga menyampaikan dengan sangat bangga sekali bisa berdiri bisa hadir dalam acara ini.

“Saya bangga dan sangat senang karena panjenengan semua masih uri uri budaya, jadi wayang ini adalah merupakan budaya tahun 1500 ini menjadi sarana umat Islam,” ucapnya

Politikus Golkar itu menambahkan bahwa cerita wayang ini tentang kehidupan juga terdapat simbol simbol sebagai panutan, Ini kita lakukan, sebagai salah satu bentuk syukur nikmat yang diberikan oleh sang pencipta.

“Mudah-mudahan Wahyu ketentraman insyaallah mendapat ridho Allah SWT buat panjenengan semua, dan semoga warga tanah merah semakin maju dan sejahtera,”tutupnya.

( Gtot )

banner banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *