Ibuku Pembohong Ulung, Aku Benci Kebohongannya

Pangkalpinang, IndoLensa.Com,-

Selama ku menjalani kehidupan ini dengan Ibu, banyak kebohongan yang Ibu lakukan kepadaku.

Bacaan Lainnya

Memang itulah Ibuku, seorang pembohong ulung, pembohong yang lihai akan muslihatnya dengan terus membohongiku. Aku sangat benci dengan kebohongan itu.

Setidaknya Aku mengingat 5 kebohongan besarnya yang membuatku benci dengan kebohongan-kebohongan itu. Dan sampai saat ini masih Ku ingat dalam-dalam. Resapilah catatan ini, ambil hikmahnya..

Ketika masa kecilku, kami saat itu tidak mempunyai beras segenggampun, kami hidup bertiga bertiga dalam satu keluarga disebuah petak kontrakan. Kebetulan disebelah tetanggaku mengadakan hajatan, dan tetangga kamipun memberikan kami nasi kotak namun jumlahnya hanya satu. Ibu menerimnya kemudian Beliau panggil kami berdua untuk menikmati makan berkat (Nasi kotak) dari tetangga. Setelah Ibu buka, kemudian dipisahkan antara aku dan Kakakku sampai kira-kira hanya tinggal satu suapan dengan hanya mengambil sedikit sambal yang ada, dan menelannya. Kami bertannya, Ibu tidak makan? , Ibu menjawab : Sudah, Ibu kenyang. Kalian makan saja..

Kebohongan Ibu yang pertama.

Ibu belum Makan, tapi berbohong kepada kami bahwa ia sudah kenyang Padahal ketika itu Ibu sepulang dari kerja dan kami yakin beliau belum makan, karena memang tidak mempunyai uang sepeserpun untuk beli beras

Ketika aku mau berangkat ke sekolah, aku memang terkadang tidak meminta uang saku karena tahu sendiri keadaan Ibu seperti tidak mempuyai beras sama sekali. Sebelum berangkat kucium punggung tangan Ibu, kemudian Beliau berkata: Nak ini uang sakunya ya. Kutanya: Ibu sudah punya uang?
Beliau menjawab: punya nak, sudah berangkat sana.

Setelah malam tiba Ibu pulang agak larut, aku susul Beliau didepan jalan raya. Agak lama aku memandangi jalan, Ibupun kelihatan berjalan dengan pelan dengan membawa bungkusan. Aku sapa dan ku tanya : “Ibu kok gak naik angkot?”, Ibu menjawab : “tidak nak, Ibu pengen jalan kaki saja, ini ada nasi, dimakan sama kakakmu ya”.
Kebohongan Ibu yang kedua.

Ibu tidak memiliki uang, berbohong kepada kami dengan mengatakan dia punya uang demi anaknya bisa jajan dan makan

Saat musim hujan tiba, rumah konntrakan kami selalu terhempas banjir, terpaksa kami semalaman tidak bisa tidur karena memang tidak ada tempat untuk tidur, yang ada hanya kasur bertingkat yang bagian atasnya sudah penuh dengan barang-barang yang harus diamankan, sedangkan bawa juga sebagian terdapat barang yang menjumul. Beliau pun baru pulang bekerja kemudian berkata pada kami istirahatlah nak, kalian pasti lelah..

Kebohongan Ibu yang ketiga .

Ibu berbohong kepada kami, untuk memastikan kami memiliki Istrahat yang cukup, meski dirinya kesusahan

Kami melihatnya pun tak tega, padahal waktu sudah begitu larut kemudian kami membantu menguraskan air yang memang masih tinggi. Dengan lekas beliau memingirkan barang-barang yang ada di tempat tidur bagian bawah dan kemudian turun untuk menguras lagi air yang masuk dalam rumah kami, seraya berkata: kalian tidur duluan geh Ibu belum mengantuk..kalian pas capek..

Kebohongan Ibu yang ke empat…

Sehabis kejadian semalam, badan Ibu panas karena kehujanan. Pagipun kami yang bangunkan Beliau yang dudukdi samping pinggiran kasur kami, sewaktu kupegang tangannya , terasa sangat panas. Ibupun terbangun dan langsung menanakan kami nasi untuk sarapan kami.

Ketika kami bertanya: Ibu tidak apa-apa? Ibu istirahat saja kalo sakit, biar kami saja..

Ibu tidak apa-apa, Ibu sehat kok, cepat makan geh.

Ibu berbohong tentang kesehatannya kepada kami hanya karena ingin menenangkan anak-anaknya

Kebohongan Ibu yang ke Lima..

Bila saat ini Anda masih mempunyai orang tua terlebih Ibu. Peluklah Beliau, cium tangannya, minta doa darinya, serta bahagiakan Beliau sebagaimana Beliau membahagiakan kita, walaupun dengan membohongi kita dan dirinya sendiri.

Bila Beliau ada dijauh sana , seringlah bertelfonan. katakan aku sayang Ibu..

Sebelum Dia pergi dan kita tidak bisa mendapatinya lagi..

Kelima kebohongan itu pasti pernah dilakukan oleh semua Ibu-Ibu yang ada diseluruh Dunia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *