Penambangan Ilegal di DAS, Resahkan Warga Serta Nelayan

Pangkalpinang, Indolensa.Com

Pemerintah Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, serius dalam penegakan peraturan daerah terkait penanganan tambang inkonvensional ilegal yang berada dalam wilayah kota itu. Kamis 12/05/2022

Penanganan masalah tambang ilegal ini sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketenteraman masyarakat

Perda tersebut menyebutkan setiap orang atau badan dilarang melakukan penggalian atau pengerukan terhadap tanah, sungai atau aliran sungai, atau tempat lain, untuk mendapatkan suatu manfaat atau keuntungan yang dapat menyebabkan kerusakan lingkungan tanpa izin wali kota atau pejabat yang ditunjuk.

Terkait hal Itu, Pemerintah Kota Pangkalpinang di tengah keterbatasan yang ada akan berupaya serius dan pantang menyerah dalam penegakan perda.

Dalam Penatauan Media Hal Ini tidak Berbanding lurus dengan Praktik dilapangan.

Saat media melakukan Investigasi, ditemukan 4 Ponton TI sedang beroperasi di Daerah Aliran Sungai (DAS) kelurahan Opas indah Kecamatan Taman sari.

Selain Diduga ilegal, penambangan tetsebut juga sangat meresahkan warga masyarakat, karena jalur tersebut merupakan jalur aktiftas nelayan.

Media Melakukan konfirmasi kepada Ketua HNSI Kota Pangkalpinang Asnam Basuri, terkait Aktifitas penambangan Tersebut.

Kepada Awak Media, Ketua HNSI Kota Pangkalpinang Mengatakan :

Kegiatan Penambangan Diduga Ilegal beroperasi di DAS Kp Opas Sangat meresahkan, dimana ini juga melanggar Perda yang sudah dikeluarkan dan di sepakati bersama Bahwa Pangkalpinang Bebas Penambangan.
Terang Asnam Basuri.

ketika ditanya Tentang Harapan, Ketua HNSI Kota Pangkalpinang mengatakan :

Harapan Saya agar aktifias tersebut segera ditertibkan. Karena Kegiatan sangat mengganggu dan meresahkan Nelayan Kami yang memang beroperasi dan beraktifitas melewati daerah aliran sungai tersebut. Tutup Asnam Basuri

Demi Keberimbangan Berita, media mencoba melakukan konfirmasi kepada pihak Polres Pangkalpinang, tapi Sayangnya sampai Berita ini diturunkan media belum berhasil Mendapatkan konfirmasi resmi dari Polres Pangkalpinang.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.